ilustrasi es teh (unsplash.com/Jonas Jacobsson)
Secara keseluruhan, industri teh dunia mengalami perkembangan yang cukup besar selama dua dekade terakhir. Produksi global yang mencapai sekitar 7,05 juta metrik ton pada 2024 hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah produksi 20 tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan konsentrasi produksi yang semakin kuat di sejumlah negara besar. China menjadi contoh paling jelas karena volumenya terus meningkat dan kini menyumbang lebih dari separuh produksi teh dunia.
Data International Tea Committee Ltd juga menunjukkan bahwa pada 2024 terdapat tujuh negara dengan produksi lebih dari 100 ribu metrik ton, yaitu China, India, Kenya, Türkiye, Sri Lanka, Vietnam, dan Indonesia. Jepang masih memiliki produksi cukup besar, tapi sudah berada di bawah angka 100 ribu metrik ton. Dengan dominasi China dan India serta kuatnya posisi negara-negara Asia lainnya, industri teh global memang masih sangat bergantung pada kawasan tersebut.
China berhasil mempertahankan posisinya sebagai raja produksi teh dunia dengan kontribusi sekitar 53 persen dari total produksi global pada 2024. India menjadi pesaing terdekat, sementara Kenya membuktikan bahwa negara di luar Asia juga mampu memainkan peran besar dalam industri teh internasional.
Menariknya, sebagian besar produksi teh dunia justru dikonsumsi di negara-negara penghasilnya sendiri, lho, sehingga pasar domestik punya pengaruh besar terhadap industri ini. Jadi, saat kamu menikmati secangkir teh, di baliknya ada industri global bernilai besar yang masih sangat didominasi oleh China dan negara-negara Asia lainnya.