Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
China Rajai Industri Teh Dunia, Kuasai Separuh Lebih Pasar Global!
ilustrasi tradisi minum teh, China, keramik (unsplash.com/Arisa Chattasa)
  • Produksi teh global 2024 mencapai 7,05 juta metrik ton, hampir dua kali lipat dibandingkan 20 tahun lalu, dengan China menghasilkan 3,74 juta ton atau 53 persen.
  • India memproduksi 1,28 juta metrik ton atau 18 persen; bersama China, keduanya menyumbang sekitar 78 persen pasokan teh dunia, sementara konsumsi domestik menyerap porsi besar produksi.
  • Kenya menghasilkan 599 ribu metrik ton dan menjadi eksportir teh terbesar dunia; industri global tetap terkonsentrasi di Asia, termasuk Türkiye, Sri Lanka, Vietnam, dan Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Teh menjadi salah satu minuman paling populer di dunia setelah air putih. Berdasarkan International Tea Committee Ltd (ITC) melalui publikasi Annual Bulletin of Statistics 2025, yang dikutip dalam Tea & Coffee Trade Journal, diketahui pada 2024, produksi teh global mencapai sekitar 7,05 juta metrik ton, hampir dua kali lipat dibandingkan 20 tahun sebelumnya.

Dari data tersebut, China menjadi negara dengan produksi teh terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 3,74 juta metrik ton. Jumlah itu setara sekitar 53 persen dari total produksi teh global, sehingga China benar-benar mendominasi industri teh dunia.

Yuk, kita lihat lebih dalam bagaimana peta persaingan negara-negara produsen teh terbesar di dunia berikut ini.

1. China produksi 3,74 juta metrik ton teh

ilustrasi tradisi minum teh, China, ngeteh (unsplash.com/五玄土 ORIENTO)

China berada jauh di posisi teratas dalam daftar negara penghasil teh terbesar dunia pada 2024. Berdasarkan data International Tea Committee Ltd (ITC), produksi teh China mencapai 3,74 juta metrik ton atau sekitar 53 persen dari total produksi global sebesar 7,05 juta metrik ton. Artinya, lebih dari separuh teh dunia berasal dari China. Produksinya juga hampir tiga kali lipat dibandingkan India yang berada di posisi kedua.

Dominasi tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba karena China memiliki sejarah panjang dengan tanaman teh. Sumber yang dikutip Tea & Coffee Trade Journal menjelaskan bahwa teh berasal dari kawasan Asia Timur dan dalam perjalanan sejarahnya berkembang luas ke berbagai negara.

China juga terus meningkatkan volume produksinya dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan, pertumbuhan produksi China menjadi salah satu alasan industri teh dunia semakin terkonsentrasi di negara-negara produsen utama.

2. India jadi pesaing terdekat China

ilustrasi masala chai, minum teh, India, ngeteh (pexels.com/Sagar Mali)

India menempati posisi kedua dengan produksi sekitar 1,28 juta metrik ton teh pada 2024. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 18 persen dari total produksi teh dunia. Jika produksi China dan India digabungkan, keduanya menghasilkan sekitar 78 persen teh global. Angka tersebut menunjukkan bahwa dua negara Asia ini punya pengaruh yang sangat besar terhadap pasokan teh dunia.

Menariknya, sebagian besar teh yang dihasilkan India gak langsung dikirim ke luar negeri. Lebih dari 70 persen produksi teh di negara-negara produsen secara umum digunakan untuk konsumsi domestik, termasuk di pasar besar seperti India dan China. Kondisi tersebut membuat kedua negara bukan hanya penting dari sisi produksi, tapi juga dari sisi permintaan. Jadi, besarnya industri teh China dan India gak semata-mata ditopang aktivitas ekspor, lho.

3. Kenya jadi produsen terbesar dari luar Asia

ilustrasi kebun teh (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Setelah China dan India, Kenya menjadi negara dengan produksi teh terbesar ketiga pada 2024. Negara di Afrika tersebut menghasilkan sekitar 599 ribu metrik ton teh atau sekitar 8 persen dari produksi global.

Kenya menjadi satu-satunya negara di luar Asia yang masuk dalam jajaran produsen teh terbesar dunia. Posisi ini cukup menarik karena mayoritas negara penghasil teh utama masih terkonsentrasi di Asia.

Keunggulan Kenya gak hanya terlihat dari jumlah produksinya, tapi juga dari perannya dalam perdagangan internasional. Data International Tea Committee menunjukkan Kenya menjadi eksportir teh terbesar di dunia, sementara China dan India cenderung mempertahankan porsi besar produksinya untuk pasar domestik.

Pada 2024, ekspor teh global mencapai sekitar 1,94 juta metrik ton atau 27,6 persen dari total produksi. Kenya bersama China, India, Sri Lanka, dan Vietnam menjadi lima negara dengan volume ekspor teh terbesar.

4. Asia masih menjadi pusat industri teh dunia

ilustrasi minum teh, Turki, Türkiye, ngeteh, makan bareng (pexels.com/Ubeydulah Beşir KÖROĞLU)

Kalau kamu melihat daftar negara penghasil teh terbesar, dominasi Asia memang sulit diabaikan. Selain China dan India, ada Türkiye dengan produksi sekitar 273 ribu metrik ton, Sri Lanka 262 ribu metrik ton, Vietnam 180 ribu metrik ton, dan Indonesia 125 ribu metrik ton pada 2024.

Jepang juga tetap menjadi salah satu negara penting dalam industri teh, meskipun produksinya menurun hingga sekitar 74 ribu metrik ton. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa rantai produksi teh global masih sangat kuat di kawasan Asia.

Besarnya produksi ternyata berjalan beriringan dengan budaya minum teh di sejumlah negara. Türkiye, misalnya, memiliki konsumsi teh per kapita lebih dari tiga kilogram per tahun dan menjadi negara dengan tingkat konsumsi per kapita tertinggi dalam data tersebut.

China juga memiliki tingkat konsumsi yang tinggi dengan sekitar 1,92 kilogram per kapita setiap tahun. Jadi, teh di kawasan Asia bukan cuma komoditas pertanian, tapi juga sudah menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat.

5. Produksi teh dunia makin terkonsentrasi

ilustrasi es teh (unsplash.com/Jonas Jacobsson)

Secara keseluruhan, industri teh dunia mengalami perkembangan yang cukup besar selama dua dekade terakhir. Produksi global yang mencapai sekitar 7,05 juta metrik ton pada 2024 hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah produksi 20 tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan konsentrasi produksi yang semakin kuat di sejumlah negara besar. China menjadi contoh paling jelas karena volumenya terus meningkat dan kini menyumbang lebih dari separuh produksi teh dunia.

Data International Tea Committee Ltd juga menunjukkan bahwa pada 2024 terdapat tujuh negara dengan produksi lebih dari 100 ribu metrik ton, yaitu China, India, Kenya, Türkiye, Sri Lanka, Vietnam, dan Indonesia. Jepang masih memiliki produksi cukup besar, tapi sudah berada di bawah angka 100 ribu metrik ton. Dengan dominasi China dan India serta kuatnya posisi negara-negara Asia lainnya, industri teh global memang masih sangat bergantung pada kawasan tersebut.

China berhasil mempertahankan posisinya sebagai raja produksi teh dunia dengan kontribusi sekitar 53 persen dari total produksi global pada 2024. India menjadi pesaing terdekat, sementara Kenya membuktikan bahwa negara di luar Asia juga mampu memainkan peran besar dalam industri teh internasional.

Menariknya, sebagian besar produksi teh dunia justru dikonsumsi di negara-negara penghasilnya sendiri, lho, sehingga pasar domestik punya pengaruh besar terhadap industri ini. Jadi, saat kamu menikmati secangkir teh, di baliknya ada industri global bernilai besar yang masih sangat didominasi oleh China dan negara-negara Asia lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article