Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CIMB Niaga Respons Kekhawatiran soal Fitur Transaksi Pakai NFC
Illustrasi transaksi menggunakan NFC (pexels.com/iMin Technology)
  • CIMB Niaga merespons kekhawatiran soal keamanan transaksi berbasis NFC yang ramai dibahas di Threads.

  • QRIS Tap perlu diaktifkan melalui aplikasi sebelum pengguna melakukan tap dengan ponsel.

  • CIMB Niaga memanfaatkan AI untuk mendeteksi pola transaksi anomali dan memberi verifikasi tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebelumnya

Analisis terhadap pola transaksi dilakukan secara manual. Penggunaan sistem dan AI kemudian membuat analisis perilaku nasabah dapat dilakukan lebih cepat dan detail.

Jumat (2/10/2026)

Lusiana Saleh menjelaskan respons CIMB Niaga mengenai kekhawatiran keamanan penggunaan NFC di Mall Senayan City, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    CIMB Niaga merespons kekhawatiran mengenai keamanan transaksi menggunakan NFC dan menjelaskan penggunaan QRIS Tap serta AI untuk mendeteksi transaksi anomali.
  • Who?
    Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh, menyampaikan penjelasan tersebut.
  • Where?
    Penjelasan disampaikan di Mall Senayan City, Jakarta.
  • When?
    Penjelasan disampaikan pada Jumat (2/10/2026).
  • Why?
    Kekhawatiran muncul karena informasi mengenai penggunaan NFC yang beredar di Threads dinilai belum disampaikan secara utuh.
  • How?
    QRIS Tap harus diaktifkan melalui aplikasi, sementara AI menganalisis pola transaksi dan dapat memicu verifikasi tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

CIMB Niaga menjelaskan bahwa pembayaran dengan QRIS Tap tidak langsung terjadi hanya karena ponsel didekatkan. QRIS Tap harus dinyalakan dulu di aplikasi. Lusiana Saleh mengatakan uang nasabah dijaga dengan keamanan digital. CIMB Niaga juga memakai AI untuk melihat transaksi yang berbeda dan meminta pemeriksaan tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penggunaan QRIS Tap yang memerlukan aktivasi memberi tahapan tambahan sebelum transaksi berlangsung. Di sisi lain, CIMB Niaga terus berinvestasi pada teknologi keamanan dan memakai AI untuk menganalisis perilaku transaksi. Upaya tersebut membantu proses pemeriksaan berjalan lebih cepat dan mendetail ketika aktivitas berbeda dari kebiasaan nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Keamanan transaksi menjadi sorotan seiring penggunaan pembayaran digital yang semakin luas. Salah satunya terkait penggunaan teknologi NFC yang belakangan ramai dibahas di media sosial (medsos) Threads.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh mengatakan ada informasi mengenai penggunaan NFC yang belum disampaikan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi bahwa transaksi menggunakan teknologi tersebut tidak aman.

"Lagi banyak beredar di Threads mengenai tap-tapan NFC gitu ya. Itu mungkin ada beberapa yang tidak diungkapkan secara keseluruhan sehingga persepsi nasabah kok ngerasanya jadinya nggak aman," kata dia di Mall Senayan City, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

1. QRIS Tap harus diaktifkan sebelum ponsel bisa digunakan

Ilustrasi qris tap (pexels.com/cottonbro studio)

Menurutnya, mekanisme QRIS Tap melalui ponsel memiliki sejumlah tahapan sebelum transaksi dapat dilakukan. Pengguna perlu masuk ke aplikasi terlebih dahulu untuk mengaktifkan QRIS Tap. Setelah aktif, pengguna baru dapat melakukan tap menggunakan ponselnya.

Dengan demikian, ponsel yang hanya didekatkan ke perangkat pembayaran tanpa QRIS Tap dalam kondisi aktif tidak akan langsung menjalankan transaksi. Dia menilai informasi yang beredar di Threads mengenai penggunaan NFC sebelumnya belum utuh.

"Dia nggak bisa nih kalau handphone mendekat tapi belum diaktifin ya dia nggak akan bisa kena. Jadi ada beberapa menurut saya agak misleading yang kemarin beredar di Thread itu," ujar Lusiana.

2. Keamanan dan kepercayaan nasabah harus dijaga

ilustrasi peringatan ancaman keamanan pada sistem digital (magnific.com/upklyak)

Dari sisi keamanan, Lusiana mengatakan kepercayaan nasabah menjadi salah satu hal yang diperhatikan CIMB Niaga dalam pengembangan layanan digital. Nasabah perlu merasa yakin dana mereka tetap aman ketika menggunakan aplikasi digital.

Karena itu, keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan aplikasi. CIMB Niaga juga terus berinvestasi pada teknologi untuk mendukung keamanan layanan digital yang digunakan nasabah.

"Pada saat customer menggunakan digital, dia harus memastikan uangnya semua aman di dalam aplikasinya dia sehingga aplikasi dengan security itu erat banget nih. Kita selalu invest untuk mempunyai teknologi yang terbaik untuk security," tuturnya.

3. Gunakan AI untuk deteksi transaksi anomali

ilustrasi teknologi AI (vecteezy.com/sompoch sivakosit)

Selain sistem keamanan yang sudah berjalan, CIMB Niaga juga mulai menggunakan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi transaksi yang tidak sesuai dengan pola transaksi nasabah.

Lusiana mencontohkan ketika seseorang biasanya melakukan transaksi sekitar Rp100 ribu, tetapi tiba-tiba melakukan transaksi hingga Rp30 juta. Perubahan tersebut dapat menjadi indikasi adanya aktivitas yang berbeda dari kebiasaan nasabah.

AI kemudian digunakan untuk menganalisis perilaku transaksi nasabah. Jika ditemukan aktivitas yang dianggap tidak sesuai, sistem dapat memberikan verifikasi tambahan untuk memastikan transaksi tersebut benar dilakukan oleh nasabah.

Menurut Lusiana, pendekatan itu juga digunakan untuk mengantisipasi kondisi ketika ponsel nasabah hilang dan kemudian digunakan oleh orang lain.

Sebelumnya, analisis terhadap pola transaksi dilakukan secara manual. Penggunaan sistem membuat proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat, sedangkan AI memungkinkan analisis terhadap perilaku nasabah dilakukan secara lebih detail.

"Dengan AI mereka bisa berpikir lebih pintar, lebih detail kali ya terhadap dengan behavior nasabah tersebut, sehingga kita biasa bisa banyak mencegah transaksi-transaksi yang seharusnya tidak terjadi," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article