Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dampak Investasi Sosial Pertamina, Penjualan Ikan Musi Naik 809 Persen

Dampak Investasi Sosial Pertamina, Penjualan Ikan Musi Naik 809 Persen
Kampung Perikanan Sungai Gerong. (Dok. Pertamina Patra Niaga)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga melalui program Belida Musi Lestari memulihkan ekosistem Sungai Musi dengan fokus pada kemandirian benih, pakan, dan hilirisasi produk perikanan sejak 2022.
  • Inisiatif ini meningkatkan kesejahteraan 307 warga dengan lonjakan penjualan ikan hingga 809 persen senilai Rp750 juta serta mengolah 36 ton sampah makanan jadi pakan ikan.
  • Program mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat 98,26 persen dan nilai SROI 1,76, menandakan investasi sosial Pertamina berdampak nyata bagi ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ekosistem Sungai Musi di Sumatra Selatan (Sumsel) tengah dipulihkan melalui inisiatif pelestarian ikan endemik Belida. Itu untuk menjawab ancaman kepunahan ikan yang menjadi identitas budaya warga Sumsel, sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat nelayan di bantaran sungai.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengungkapkan, kerusakan lingkungan selama ini telah membuat pembudidaya ikan terjebak dalam kerentanan ekonomi.

Hal ini terlihat dari Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang sempat berada di angka 95,53, bahkan memicu fenomena gagal usaha atau "gulung waring" di Kampung Perikanan Sungai Gerong. Program bertajuk Belida Musi Lestari ini mulai diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju sejak 2022 sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Sungai Musi bukan hanya ikon Provinsi Sumatera Selatan, tapi juga menjadi urat nadi kehidupan, jejak sejarah dan identitas budaya masyarakat disana. Termasuk Ikan Belida yang sudah ratusan tahun menjadi bagian jati diri warga Sumsel, sehingga dijadikan bakan baku utama kuliner pempek yang otentik,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

1. Fokus pada kemandirian pakan dan benih

Dampak Investasi Sosial Pertamina, Penjualan Ikan Musi Naik 809 Persen
Kampung Perikanan Sungai Gerong. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Dalam praktiknya, pemulihan ini menggunakan model ekosistem perikanan berdikari yang terdiri dari lima pilar. Roberth menjelaskan, pilar tersebut meliputi penyediaan benih secara mandiri, tata kelola budidaya yang efisien, hingga pengolahan pakan dari sampah makanan untuk menekan biaya produksi.

Selain itu, warga juga didorong untuk melakukan hilirisasi produk agar hasil perikanan memiliki nilai tambah. Melalui transfer pengetahuan yang berkelanjutan, saat ini sudah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi yang mampu membangun sistem mandiri dari hulu hingga ke hilir.

“Program ini tidak memberikan bantuan instan yang bersifat sementara, melainkan membangun sistem yang mandiri dari hulu hingga ke hilir. Hasilnya pun nyata, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi,” ujar Roberth.

2. Pendapatan nelayan melonjak hingga Rp750 juta

Dampak Investasi Sosial Pertamina, Penjualan Ikan Musi Naik 809 Persen
Kampung Perikanan Sungai Gerong. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Dampak dari penguatan ekosistem ini mulai dirasakan secara nyata oleh 307 warga dari berbagai kelompok rentan. Secara finansial, hasil penjualan ikan mengalami lonjakan hingga 809 persen dengan nilai mencapai kisaran Rp750-an juta. Dari sisi lingkungan, program ini berhasil mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan (pellet food waste).

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol pulihnya daya beli dan kesejahteraan keluarga nelayan di sepanjang bantaran Sungai Musi,” tutur Roberth.

Selain itu, terdapat empat jenis ikan Belida khas Sumatera Selatan yang hampir punah kini berhasil dikonservasi. Untuk menjaga keberlanjutan, Pertamina juga membangun Pusat Pembelajaran Masyarakat yang menyediakan 18 kelas edukasi perikanan.

3. Investasi sosial yang berdampak berkelanjutan

Dampak Investasi Sosial Pertamina, Penjualan Ikan Musi Naik 809 Persen
Kampung Perikanan Sungai Gerong. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Keberhasilan inisiatif ini mendapat respons positif dari masyarakat dengan skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 98,26 persen. Berdasarkan hasil survei, warga juga dinilai memiliki kesiapan yang sangat tinggi untuk mengelola program ini secara mandiri di masa depan.

“Efektivitas investasi sosial program ini juga terukur melalui nilai SROI (Social Return on Investment) sebesar 1,76. Ini artinya, setiap implementasi program menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi yang berlipat bagi masyarakat,” ucap Roberth.

Langkah ini sekaligus menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada sektor pertumbuhan ekonomi dan pelestarian ekosistem.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More