Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dampak Pidato Prabowo dan Kenaikan Suku Bunga BI ke IHSG Hari Ini
ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)
  • IHSG sempat menguat di awal perdagangan namun kembali melemah ke zona merah akibat tekanan teknikal dan sinyal negatif dari indikator pasar.
  • Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga 50 bps menjadi 5,25 persen untuk menahan pelemahan rupiah yang akhirnya menguat tipis terhadap dolar AS.
  • Pidato Presiden Prabowo memberi kepastian target ekonomi nasional, sementara sentimen global dipengaruhi tensi AS-Iran dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Mei 2026

Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed berakhir dan Kevin Warsh disebut akan segera dilantik sebagai penggantinya.

April 2026

Risalah pertemuan The Fed menunjukkan mayoritas peserta FOMC menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan jika inflasi tetap di atas target 2 persen.

21 Mei 2026

IHSG sempat menguat setelah dibuka di level 6.366,48 namun kemudian menurun ke zona merah. Pada hari yang sama, Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen dan Presiden Prabowo menyampaikan pidato di DPR mengenai target pertumbuhan ekonomi tahun fiskal mendatang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi tajam pada Kamis, 21 Mei 2026, setelah sempat menguat di awal perdagangan namun kemudian berbalik melemah ke zona merah.
  • Who?
    Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga dan pidato Presiden Prabowo mengenai target pertumbuhan ekonomi, serta analisis dari Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
  • Where?
    Perdagangan saham berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dengan pengaruh tambahan dari dinamika pasar global termasuk Amerika Serikat dan Iran.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, saat sesi pembukaan perdagangan hingga beberapa menit setelahnya.
  • Why?
    Kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dilakukan untuk menahan pelemahan rupiah dan merespons tekanan eksternal terhadap nilai tukar serta kondisi makroekonomi.
  • How?
    Pernyataan Presiden Prabowo memberi kepastian asumsi makro ekonomi bagi pelaku pasar, sementara sentimen global seperti tensi AS-Iran dan risalah rapat The Fed turut memengaruhi arah pergerakan IHSG hari ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini angka saham di Jakarta naik sebentar lalu turun lagi. Bank Indonesia bikin bunga naik supaya uang rupiah jadi kuat. Presiden Prabowo juga ngomong soal rencana ekonomi yang mau tumbuh sekitar enam persen. Di luar negeri, Amerika dan Iran lagi bicara damai, dan harga minyak turun banyak. Sekarang pasar masih berubah-ubah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun IHSG sempat berfluktuasi, artikel ini menunjukkan adanya sinyal positif dari kebijakan dan arah ekonomi. Kenaikan suku bunga BI yang lebih agresif berhasil memperkuat nilai rupiah, sementara pidato Presiden Prabowo memberikan kepastian bagi pelaku pasar melalui target pertumbuhan ekonomi yang realistis dan asumsi makro yang jelas, sehingga membantu meredam risiko volatilitas pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (21/5/2026) sempat menguat setelah dibuka di level perdagangan 6.366,48 pagi ini. IHSG pun sempat menyentuh level tertingginya pada posisi 6.378,81.

Meski begitu, IHSG justru kembali menukik tajam ke zona merah beberapa menit usai pembukaan perdagangan pagi ini.

"Secara teknikal, IHSG berupaya rebound karena faktor oversold atau jenuh jual menurut indikator RSI setelah sebelumnya berhasil menyentuh target wave 5/A. Namun demikian, target wave 5/A alt masih berlaku selama indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, Kamis pagi.

1. Langkah mengejutkan BI naikkan suku bunga

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, mengumumkan suku bunga acuan Rabu (20/5/2026). (Tangkapan layar siaran YouTube Bank Indonesia)

Nafan mengatakan, Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan mengambil langkah pengetatan moneter yang lebih agresif dari ekspektasi konsensus dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen.

Padahal, konsensus sebelumnya memperkirakan kenaikan terbatas ke level 5 persen. Menurut Nafan, langkah ini diambil untuk meredam tekanan pelemahan nilai tukar Rupiah yang belakangan ini cukup intensif.

"Hal ini tentunya menjadi sentimen positif bagi rupiah yang terpantau menguat 0,29 persen di level Rp17.653,5 per dolar AS," ujar Nafan.

2. Pelaku pasar mulai dapat kepastian dari pidato Prabowo

Rapat paripurna Presiden Prabowo di DPR RI. (Youtube.com/DPR RI)

Di sisi lain, para pelaku pasar mulai mendapatkan kepastian ketika Presiden Prabowo memaparkan pidato dalam sidang paripurna DPR tentang target pertumbuhan ekonomi yang realistis, misalnya pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen untuk tahun fiskal mendatang.

"Bersamaan dengan kepastian asumsi makro seperti target yield SBN sehingga hal ini memberikan kepastian bagi market demi meredam risiko volatilitas," kata Nafan.

3. Sentimen global

Kevin Warsh. (Hoover Institution)

Dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market lantaran Presiden Trump mengatakan, AS berada dalam tahap akhir pembicaraan damai dengan Iran.

Hal ini membuat harga minyak WTI anjlok tajam di atas 4 persen. Sementara itu, risalah pertemuan The Fed bulan April menunjukkan bahwa mayoritas peserta FOMC percaya bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan menjadi tepat jika inflasi terus berlanjut di atas target 2 persen yang ditetapkan The Fed.

Risalah rapat ini muncul pada saat The Fed sedang dalam masa transisi ketika masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua Fed berakhir 15 Mei 2026 lalu dan penggantinya, Kevin Warsh yang merupakan pilihan Trump diperkirakan akan segera dilantik.

"Menurut CME FedWatch, market secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun ini, namun ekspektasi terkait kenaikan suku bunga terlihat meningkat dari Juli hingga Desember tahun ini," kata Nafan.

Editorial Team