Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Daftar Negara dengan Cadangan Devisa Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?

Daftar Negara dengan Cadangan Devisa Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/Josh Appel)
Intinya Sih
  • Krisis Keuangan Asia 1997 mendorong banyak negara memperkuat cadangan devisa sebagai pelindung ekonomi dari gejolak pasar dan ketergantungan pada modal asing.
  • Cadangan devisa berfungsi vital untuk menjaga stabilitas mata uang, membiayai impor penting, melunasi utang luar negeri, serta menenangkan pasar saat terjadi tekanan finansial.
  • China memimpin daftar cadangan devisa global dengan 3.410,5 miliar dolar AS, sementara Indonesia berada di posisi ke-20 dengan total 146,2 miliar dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komposisi kepemilikan cadangan devisa global saat ini merupakan dampak jangka panjang dari krisis finansial yang melanda hampir 30 tahun lalu.

Krisis Keuangan Asia 1997 menyadarkan banyak pemerintahan tentang bahaya ketergantungan pada modal asing saat pasar bergejolak, sehingga mereka memutuskan untuk mempertebal cadangan devisa sebagai bantalan ekonomi mandiri.

Berdasarkan data International Reserves and Foreign Currency Liquidity (IRFCL) dari IMF untuk periode pertengahan 2025 hingga kuartal II-2026, peta kekuatan cadangan devisa dunia di luar komoditas emas kini telah terpetakan.

1. Penyebab cadangan devisa AS kalah jauh dari negara Asia

Ilustrasi Bendera AS (freepik.com/wirestock)
Ilustrasi Bendera AS (freepik.com/wirestock)

Dilansir Visual Capitalist, peta peringkat tersebut memuat kejutan berupa rendahnya cadangan devisa Amerika Serikat (AS) yang berada di posisi ke-13 secara global, meskipun statusnya merupakan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Kondisi ini dipicu oleh dominasi dolar AS sebagai mata uang jangkar perdagangan dan cadangan utama dunia, sehingga Washington tidak dituntut untuk menimbun valuta asing lain.

Tingginya permintaan global terhadap dolar untuk keperluan transaksi, investasi, dan tabungan bank sentral membuat AS bisa melunasi kewajiban finansialnya memakai mata uang sendiri.

Otoritas moneter AS pun memilih menerapkan sistem kurs mengambang bebas tanpa melakukan intervensi pasar berskala masif. Kebijakan tersebut kontras dengan negara-negara berbasis ekspor yang sengaja menumpuk devisa demi menjaga stabilitas mata uang dari fluktuasi pasar.

2. Fungsi vital devisa bagi ketahanan ekonomi nasional

devisa negara
ilustrasi devisa negara (unsplash.com/micheile henderson)

Cadangan devisa pada dasarnya merupakan instrumen dana darurat yang krusial. Otoritas perbankan memanfaatkan dana ini untuk mengintervensi pasar saat mata uang tertekan, membiayai impor komoditas utama, melunasi pinjaman luar negeri, serta menenangkan kepanikan investor saat terjadi penarikan modal secara massal.

Ketersediaan dana penjamin yang besar berbanding lurus dengan ketahanan sebuah negara dalam menghadapi guncangan ekonomi eksternal tanpa perlu bergantung pada pinjaman lembaga donor. Pola penguatan bantalan ekonomi ini masif diadopsi di kawasan Asia pasca-1997.

Kejatuhan nilai tukar yang parah dan ketergantungan pada paket bantuan internasional di masa lalu memaksa negara-negara Asia mengubah haluan strategi ekonomi mereka ke arah akumulasi cadangan devisa yang kuat.

3. Daftar negara dengan cadangan devisa terbesar

Daftar Negara dengan Cadangan Devisa Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?
ilustrasi bendera China (pexels.com/@aboodi)

Berikut daftarnya:

  1. China 3.410,5 miliar dolar AS
  2. Jepang 1.259,2 miliar dolar AS
  3. Swiss 932,3 miliar dolar AS
  4. Taiwan 602,5 miliar dolar AS
  5. India 543,0 miliar dolar AS
  6. Arab Saudi 458,6 miliar dolar AS
  7. Hong Kong 442,1 miliar dolar AS
  8. Rusia 434,5 miliar dolar AS
  9. Korea Selatan 423,1 miliar dolar AS
  10. Singapura 419,3 miliar dolar AS
  11. Brasil 344,2 miliar dolar AS
  12. Uni Emirat Arab 251,4 miliar dolar AS
  13. Amerika Serikat 244,6 miliar dolar AS
  14. Thailand 237,1 miliar dolar AS
  15. Meksiko 236,2 miliar dolar AS
  16. Israel 235,7 miliar dolar AS
  17. Polandia 193,2 miliar dolar AS
  18. Britania Raya 162,9 miliar dolar AS
  19. Ceko 154,5 miliar dolar AS
  20. Indonesia 146,2 miliar dolar AS
  21. Malaysia 117,2 miliar dolar AS
  22. Jerman 102,8 miliar dolar AS
  23. Filipina 91,5 miliar dolar AS
  24. Italia 88,6 miliar dolar AS
  25. Denmark 88,5 miliar dolar AS
  26. Spanyol 87,3 miliar dolar AS
  27. Prancis 86,0 miliar dolar AS
  28. Irak 85,0 miliar dolar AS
  29. Rumania 78,2 miliar dolar AS
  30. Turki 76,6 miliar dolar AS.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More