Danantara Bidik Efisiensi di BUMN Capai Rp28 Triliun, Tanpa PHK

- Kerugian inefisiensi di BUMN mencapai Rp30 triliun
- Negara dapat penghematan Rp28 triliun dari konsolidasi BUMN tanpa PHK
- Danantara selesaikan 21 masalah BUMN tahun lalu
Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia akan gencar melanjutkan konsolidasi BUMN tahun ini. Konsolidasi itu dilakukan dengan merger, likuidasi, dan sebagainya.
Hal itu dilakukan seiring dengan rencana memangkas 1.400 BUMN menjadi hanya 300 perusahaan. Dari upaya itu, Danantara mengupayakan tidak ada proses pemutusan hubungan kerja (PHK).
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, pada dasarnya BUMN bertugas memberikan lapangan kerja yang banyak untuk masyarakat Indonesia.
“Lalu kenapa kita bisa bilang bahwa tidak ada PHK? Pertama adalah bahwa sudah jelas bahwa BUMN itu seharusnya memang tugasnya memberikan lapangan pekerjaan yang banyak untuk rakyat Indonesia. Employment adalah salah satu parameter yang kita harapkan,” kata Dony dalam Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
1. Kerugian karena inefisiensi di BUMN mencapai Rp30 triliun

Dony memperkirakan, kerugian yang tercatat di laporan keuangan seluruh BUMN, terutama dari anak-anak usaha mencapai Rp20 triliun.
“Itu akumulasi loss, akumulasi kerugian daripada perusahaan BUMN. Direct loss yang tercantum di dalam rugi laba perusahaan,” ucap Dony.
Ditambah lagi dengan kerugian tidak langsung alias indirect loss, sehingga totalnya mencapai Rp30 triliun.
“Tetapi indirect loss-nya karena layering transaction, karena umumnya yang loss itu adalah anak-anak perusahaan, bukan induknya, dan menciptakan inefficiency. Itu another Rp30 triliun lagi,” tutur Dony.
2. Negara masih dapat penghematan Rp28 triliun dari konsolidasi BUMN tanpa PHK

Dengan melakukan konsolidasi pada perusahaan-perusahaan yang merugi, Danantara bisa menciptakan penghematan bagi negara Rp30 triliun.
Namun, dengan prinsip tidak melakukan PHK, maka penghematan yang dikantongi negara Rp28 triliun, karena biaya untuk tetap mempertahankan tenaga kerja di BUMN-BUMN tersebut sebesar Rp2 triliun.
“Total biaya tenaga kerjanya cuma Rp2 triliun. Jadi bagi saya yang lebih baik, saya menyelesaikan proses menghilangkan total kerugian Rp20 triliun ini dengan tetap meng-absorb tenaga kerja yang ada, yang cost-nya cuma Rp2 triliun. Kalau saya bisa menghemat sampai Rp30 triliun aja, dikurang Rp2 triliun, saya masih untung Rp28 triliun,” ujar Dony.
3. Danantara selesaikan 21 masalah BUMN tahun lalu

Sepanjang 2025, Danantara menyelesaikan 21 permasalahan di BUMN, yang mencakup konsolidasi perusahaan gula BUMN, penyehatan BUMN karya, penyehatan Krakatau Steel, serta Garuda Indonesia dan Citilink.
Menurut Dony, apa yang dilakukan Danantara bakal segera membuahkan hasil positif, seperti perbaikan kinerja keuangan Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia.
“Hari ini seluruh anak-anak perusahaan Garuda sudah dalam prosesi ekuiti positif. Dan kita harapkan tentu, tadinya Citilink yang last year rugi signifikan, tahun ini di dalam forecasting-nya, dan saya harapkan nanti Pak Dirut mampu mewujudkan itu, mereka akan positif next year itu kurang lebih 6 juta sampai 9 juta dolar AS dalam forecasting, dalam business plan yang sudah kita buat,” tutur Dony.
















