Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyoroti ketimpangan rute penerbangan Indonesia-Singapura. Praktik resiprokal saat ini dinilai tidak adil dan hanya menguntungkan Singapore Airlines (SQ).
Singapore Airlines memiliki frekuensi terbang mencapai 6 hingga 8 kali sehari menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330-300. Sementara itu, Garuda Indonesia hanya melayani 1 sampai 2 kali saja per hari di rute yang sama.
"Kalau Indonesia ke Singapura, Singapura berarti boleh ke Indonesia, Singapore Airlines-nya. Itu selalu risiprokal dan kali ini Indonesia tertindas nih risiprokalnya," kata Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas dalam diskusi dengan media di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
