Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Ungkap Borok Kimia Farma: Investor Rugi-Laba Rontok

Danantara Ungkap Borok Kimia Farma: Investor Rugi-Laba Rontok
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Kimia Farma mengundang investor asing masuk, yang membuahkan kerugian bagi investor tersebut. Investor menuntut pengembalian dana dan perizinan apotik menjadi problematika.
  • Kimia Farma mengalami kekurangan modal kerja sehingga terus memangkas stock keeping unit (SKU). Dony mengingatkan bahwa pemotongan SKU akan menghancurkan perusahaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Danantara baru saja melakukan injeksi modal senilai Rp846 miliar ke PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Injeksi modal itu diberikan karena kinerja keuangan perusahaan yang menurun.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, Kimia Farma memiliki banyak pabrik, namun utilisasinya rendah. Hal itu pun menekan keuntungan dari perusahaan.

“Menyebabkan perusahaannya itu contribution margin-nya menjadi negatif. Secara revenue dia cukup tinggi, tetapi secara net income-nya mereka enggak mampu. Karena utilisasi pabriknya, pabriknya dibuat banyak, tetapi utilisasinya rendah. Modal kerjanya kurang, akibatnya SKU-nya mulai dipotong-potong,” ucap Dony dalam Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

1. Undang investor asing masuk, berujung rugi

Danantara Ungkap Borok Kimia Farma: Investor Rugi-Laba Rontok
Kimia Farma (Instagram Kimia Farma)

Tak hanya itu, Kimia Farma juga mengambil langkah salah dalam investasi. Dony mengatakan, BUMN farmasi itu mengundang investor asing masuk, yang membuahkan kerugian bagi investor tersebut.

“Sekarang investornya merasa ketipu, karena ternyata bukunya yang disajikan waktu itu enggak benar. Sekarang mereka menuntut kita untuk kembalikan duitnya. Berperkaralah di arbitrase. Minta duit gua balikin dong, lu salah ngasih datanya, gitu,” ujar Dony.

Di sisi lain, ada juga persoalan dalam perizinan apotik yang menjadi sasaran investasi dari investor asing tersebut.

“Muncul lagi problematika operasionalnya. Kenapa? Apotik itu tidak boleh dimiliki asing. Akibatnya apa? Begitu ada yang jatuh tempo, izinnya nggak bisa diperpanjang. Mau nggak mau kan ini menjadi problematika, harus kita restructuring,” kata Dony.

2. Modal kerja menipis

Danantara Ungkap Borok Kimia Farma: Investor Rugi-Laba Rontok
Kimia Farma (biofarma.co.id)

Dony mengatakan, Kimia Farma mengalami kekurangan modal kerja. Hal itu pun menyebabkan Kimia Farma terus mengurangi portofolionya, dengan memangkas stock keeping unit (SKU). Jika hal itu diteruskan, menurutnya akan menghancurkan perusahaan.

“Saya bilang bahwa tidak boleh lagi dia memotong SKU-nya, kenapa nanti semakin dalam pemotongannya, itu dia masuk ke dalam self-destruction cycle. Perusahaannya akan mati kalau dipotong-potong terus, makanya kita melakukan injeksi equity akhir tahun kemarin kepada Kimia Farma supaya mereka masuk ke dalam profil yang sehat,” tutur Dony.

3. Kimia Farma rugi bersih Rp179,73 miliar

Danantara Ungkap Borok Kimia Farma: Investor Rugi-Laba Rontok
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025, Kimia Farma membukukan kerugian Rp179,73 miliar. Meski begitu, kerugian itu menyusut 57,93 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar Rp421,83 muliar.

Kemudian, perusahaan mencetak laba usaha sebesar Rp99,14 miliar. Sayangnya, kinerja penjualan masih minus 10,88 persen ke Rp70 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Business Hack: Cara Ampuh Rekrut Karyawan Jujur Tanpa Jasa Headhunter

29 Jan 2026, 00:08 WIBBusiness