Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Menseneg), Prasetyo Hadi mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp18 ribu sejak Kamis, 4 Juni 2026. Pemerintah pun akan mempercepat program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (6/6/2026).
Prasetyo berada di DPR untuk menggelar pertemuan tertutup dengan para pejabat di bidang ekonomi usai nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Sedangkan, para pejabat yang hadir,, yakni Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ketua Komisi XI DPR, Mohammad Hekal.
Prasetyo mengaku optimistis ekonomi Indonesia bisa tetap kuat dan tumbuh. "Sedangkan, terkait dengan nilai tukar diharapkan bisa kembali seperti yang kita harapkan," katanya.
Sebelumnya, ketika menyampaikan pidato dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap terjaga di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar untuk 2027. Namun, pada pekan ini, nilai tukar rupiah sudah melewati target yang ditetapkan oleh Prabowo.
