Anggota DPR RI, Azis Subekti (dok. Istimewa)
Azis menekankan perlunya strategi ganda dalam menghadapi tekanan global, yakni menjaga stabilitas rupiah sekaligus membangun “pertahanan harga pangan”.
Menurut dia, kebijakan tidak boleh hanya bertumpu pada otoritas moneter, tetapi juga harus melibatkan lembaga pangan hingga pemerintah daerah.
“Jika pertahanan pertama dijalankan oleh Bank Indonesia dan otoritas keuangan, maka pertahanan kedua harus dijalankan secara terpadu oleh Bulog, Bapanas, kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga pasar rakyat,” kata dia.
Dia juga mendorong penguatan sistem peringatan dini harga pangan, efisiensi distribusi logistik, serta penguatan koperasi desa dan BUMDes sebagai penyangga ekonomi rakyat.
“Stabilitas ekonomi adalah kemampuan sebuah bangsa memastikan bahwa badai global berhenti di pelabuhan statistik dan tidak pernah berubah menjadi penderitaan di meja makan rakyatnya,” ujar Azis.
Azis menegaskan, tujuan akhir kebijakan ekonomi bukan hanya menjaga angka makro, tetapi memastikan petani, nelayan, pedagang, dan UMKM tetap bertahan di tengah tekanan global.