Apa itu Watchlist Saham? Fungsi, Manfaat, dan Cara Membuatnya

- Watchlist saham adalah daftar saham yang dipantau investor untuk memudahkan analisis harga, berita, dan kondisi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
- Fungsi utama watchlist mencakup memantau saham potensial, mempercepat keputusan beli, mengevaluasi strategi investasi, serta memahami pergerakan kompetitor di industri terkait.
- Cara membuat watchlist efektif meliputi analisis fundamental perusahaan, pengamatan tren industri dan harga saham, pencatatan alasan pemilihan saham, serta pemanfaatan aplikasi seperti Stockbit, Ajaib, dan IPOT.
Watchlist saham adalah daftar saham yang sedang dipantau oleh investor sebelum akhirnya memutuskan untuk membelinya. Daftar ini bertujuan untuk membantu investor melihat pergerakan harga dan informasi saham dengan lebih mudah.
Selain membantu memantau saham, watchlist juga membuat strategi investasi menjadi lebih terarah. Investor dapat mencatat saham yang menarik sesuai dengan tujuan dan kriteria investasinya.
Lalu, bagaimana cara membuat watchlist saham yang efektif? Yuk, simak pembahasan berikut untuk mengetahui fungsi, manfaat, dan cara membuatnya.
Table of Content
1. Pengertian watchlist saham

Watchlist saham adalah daftar yang berisi kumpulan saham yang sedang dipantau oleh investor atau trader sebelum memutuskan untuk membelinya. Daftar ini membantu investor memilih saham pilihan yang menarik untuk diamati berdasarkan pergerakan harga, berita, maupun kondisi perusahaan.
Sederhananya, watchlist bisa diibaratkan seperti daftar belanja sebelum berinvestasi, yaitu berisi saham yang sedang dipertimbangkan, bukan saham yang sudah dimiliki. Melalui fitur watchlist yang tersedia di berbagai aplikasi investasi, investor dapat memantau perkembangan saham dengan lebih praktis di satu tempat.
2. Fungsi watchlist saham

Watchlist saham membantu investor mengatur dan memantau saham pilihan agar proses investasi menjadi lebih terarah. Berikut ini adalah fungsi dari watchlist saham:
1. Memantau saham yang belum siap dibeli
Tidak semua saham menarik bisa langsung dibeli karena terkadang harganya masih terlalu tinggi atau kondisi pasar belum sesuai dengan strategi investasi. Melalui watchlist, kamu dapat terus memantau pergerakan saham tersebut hingga menemukan waktu yang tepat untuk membelinya.
2. Mengorganisir saham yang sedang dipantau
Jumlah saham yang tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat banyak, bahkan mencapai lebih dari 900 emiten, sehingga sulit untuk memantau semuanya. Watchlist membantu kamu menyaring saham yang sesuai dengan strategi investasi agar analisis bisa dilakukan dengan lebih fokus.
3. Mempercepat pengambilan keputusan
Ketika muncul peluang investasi, investor yang sudah memiliki watchlist dapat mengambil keputusan pembelian lebih cepat karena sebelumnya sudah melakukan riset terhadap saham tersebut. Dengan begitu, investor tidak perlu memulai analisis dari awal saat menemukan peluang di pasar.
4. Mengevaluasi analisis investasi
Watchlist dapat digunakan untuk melihat apakah analisis atau prediksi terhadap suatu saham yang sedang berjalan sesuai dengan kondisi saat ini. Hal ini membantu investor belajar dan memperbaiki strategi investasi, bahkan untuk saham yang belum pernah dibeli sebelumnya.
5. Memantau kompetitor dari saham yang dimiliki
Investor juga dapat memasukkan perusahaan pesaing dari saham yang sudah dimiliki ke dalam watchlist. Cara ini membantu memahami kondisi suatu industri sekaligus melihat perubahan bisnis yang mungkin berdampak pada investasi.
3. Perbedaan cara menggunakan watchlist: trader vs investor

Watchlist saham digunakan dengan cara berbeda oleh trader dan investor. Berikut perbedaan penggunaannya berdasarkan strategi investasi masing-masing.
Perbedaan cara menggunakan watchlist: trader vs investor
Aspek | Trader | Investor |
|---|---|---|
Fokus | Harga, volume, dan pola grafik | Fundamental, valuasi, dan dividen |
Jumlah saham | Lebih banyak (20–50+) | Lebih sedikit dan selektif (5–20) |
Frekuensi update | Harian | Mingguan atau bulanan |
Indikator | RSI, MACD, Moving Average, volume | ROE, EPS growth, P/E, dividend yield |
Kriteria masuk | Berdasarkan pola harga dan tren pasar | Berdasarkan kinerja perusahaan dan harga saham |
Target | Pergerakan harga jangka pendek | Pertumbuhan nilai investasi jangka panjang |
4. Cara membuat watchlist saham untuk pemula

Membuat watchlist saham dapat kamu lakukan dengan beberapa langkah sederhana. Berikut cara membuat watchlist saham yang mudah diterapkan bagi pemula.
1. Perhatikan fundamental perusahaan
Sebelum memasukkan saham ke watchlist, perhatikan kondisi dasar perusahaan seperti pertumbuhan pendapatan, laba, dan tingkat utangnya. Pilih perusahaan dengan bisnis yang jelas, kinerja yang stabil, serta potensi berkembang dalam jangka panjang.
2. Amati tren industri dan kondisi pasar
Pergerakan suatu saham sering dipengaruhi oleh tren industri dan sentimen pasar yang sedang berkembang. Kamu dapat mengamati sektor yang sedang memiliki peluang, seperti perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, atau kebijakan tertentu.
3. Cek pergerakan harga saham
Selain melihat kondisi perusahaan, kamu juga perlu memperhatikan pola pergerakan harga dan volume transaksi saham tersebut. Pilih saham dengan pergerakan yang masih sesuai dengan strategi investasi dan hindari saham yang terlalu sulit diprediksi.
4. Catat alasan memilih saham
Jangan hanya memasukkan nama saham tanpa mengetahui alasan di baliknya. Buat catatan sederhana mengenai alasan memilih saham, target harga, atau hal lain yang perlu dipantau agar keputusan investasi kamu lebih terarah.
5. Rekomendasi aplikasi untuk membuat watchlist saham

Saat ini, banyak aplikasi investasi yang menyediakan fitur watchlist untuk membantu investor memantau saham pilihan dengan lebih mudah. Berikut adalah beberapa aplikasi yang dapat kamu gunakan:
1. Stockbit & Bibit
Stockbit menyediakan fitur watchlist untuk memantau pergerakan harga, data perusahaan, dan informasi saham dalam satu platform. Sementara itu, Bibit menawarkan tampilan yang lebih sederhana untuk membantu pemula memantau perkembangan investasi.
2. Ajaib
Ajaib menyediakan fitur pemantauan saham yang membantu pengguna melihat pergerakan harga serta menyimpan saham pilihan. Tampilan aplikasinya yang mudah dipahami membuatnya cocok untuk investor pemula.
3. IDX Mobile
IDX Mobile merupakan aplikasi resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyediakan informasi seputar pasar modal. Pengguna dapat memantau data saham dan memperoleh informasi terbaru tentang perusahaan saham yang terdaftar di BEI.
4. Bareksa
Bareksa menyediakan fitur investasi dan pemantauan portofolio untuk membantu pengguna melihat perkembangan aset. Aplikasi ini cocok untuk kamu yang ingin mengelola berbagai produk investasi dalam satu platform.
5. IPOT (Indo Premier Online Technology)
IPOT menyediakan fitur untuk memantau saham, melakukan analisis, dan mengelola investasi dalam satu aplikasi. Aplikasi ini cocok untuk kamu yang ingin memantau pasar sekaligus melakukan transaksi saham dengan lebih praktis.
Itulah tadi penjelasan mengenai pengertian, fungsi, cara membuat, hingga rekomendasi aplikasi untuk membuat watchlist saham. Apakah kamu tertarik untuk mulai membuat watchlist untuk memantau pergerakan harga saham?






![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Menjadi Miliarder? Cek di Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20220713/fromandroid-ce0d4472c42654a331fe783d6c694d5b.jpg)




![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kami Tebak Potensi Kariermu](https://image.idntimes.com/post/20260418/1000232033_f37515da-3b65-41de-a721-1bb5306f1320.jpg)






