Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 Tahun Prabowo: Pemadaman Listrik Massal Terjadi di Sejumlah Daerah

4 min read
2 Tahun Prabowo: Pemadaman Listrik Massal Terjadi di Sejumlah Daerah
ilustrasi listrik padam (pexels.com/Efrem efre)
  • Sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik berskala luas dan bergilir selama periode dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

  • Gangguan di Bali, Jawa, Kalimantan, Batam, dan Bintan berkaitan dengan masalah teknis pada pembangkit atau jaringan listrik.

  • Pasokan listrik berangsur pulih, sementara penyebab blackout Batam masih dalam penyelidikan dan belum dipastikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami pemadaman listrik berskala luas hingga pemadaman bergilir.

Gangguan terjadi di Bali pada Mei 2025, sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Kalimantan pada 2026, hingga Batam pada Oktober 2026. Berikut

  1. 1. Bali mengalami blackout

    Ilustrasi mati listrik di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
    Ilustrasi mati listrik di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

    Bali mengalami pemadaman listrik secara luas atau blackout pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 16.00 WITA. Gangguan berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Klungkung.

    PLN UID Bali melaporkan beban listrik terdampak mencapai 232 megawatt (MW). Pemadaman turut mengganggu aktivitas masyarakat, layanan internet, transaksi digital, hingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

    PLN memulihkan pasokan listrik secara bertahap dengan mengerahkan ratusan personel. Pada malam kejadian, sekitar 50 persen pelanggan terdampak dilaporkan telah kembali menikmati listrik.

    Seluruh pelanggan akhirnya kembali mendapat pasokan listrik pada Sabtu (3/5/2025) pukul 03.30 WITA, atau sekitar 11,5 jam sejak gangguan terjadi.

    Terkait penyebabnya, keterangan awal PLN mengarah pada gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit 2. Namun, disebutkan gangguan awal berasal dari jaringan transmisi 150 kV di Jawa Timur yang berdampak pada sistem transfer listrik Jawa–Bali. Unit PLTU Celukan Bawang mengalami trip setelah pembangkit lain di Bali lebih dahulu terlepas dari sistem.

    Beberapa hari kemudian, pada Senin (5/5/2025), pemadaman kembali dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Denpasar. Namun, PLN menyebut pemadaman tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi.

  2. 2. Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir

    WhatsApp Image 2025-09-30 at 00.14.58.jpeg
    Ilustrasi lilin yang dihidupkan warga saat listrik padam. (Dokumentasi Muhammad Fadhil untuk IDN Times)

    Sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik bergilir pada Juni 2026. Gangguan terjadi setelah dua pembangkit besar mengalami masalah teknis yang mengurangi kapasitas pasokan listrik.

    PLN menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas pemadaman tersebut. PLN mengatakan salah satu dari dua pembangkit yang mengalami gangguan telah kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa.

    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga meminta PLN memperkuat mitigasi dan mempercepat penanganan gangguan pembangkit.

    Di sisi lain, pemerintah mengakui adanya kendala pasokan batu bara dengan spesifikasi tertentu untuk sejumlah pembangkit. Meski begitu, Bahlil membantah pemadaman secara umum disebabkan kelangkaan batu bara.

    Pemadaman turut mengganggu aktivitas masyarakat dan layanan publik. Di Surabaya, tujuh titik lampu lalu lintas dilaporkan padam sehingga Dinas Perhubungan setempat memasang genset di sejumlah lokasi.

    Kondisi kelistrikan berangsur membaik mulai 21 Juni 2026. PLN UID Jawa Barat kemudian menyatakan pasokan listrik di wilayahnya telah normal dan jadwal pemadaman bergilir tidak lagi berlaku.

  3. 3. Gangguan pasokan dan pemadaman di Kalimantan

    ilustrasi listrik padam
    ilustrasi listrik padam (pixabay.com/Boyan Chen)

    Sejumlah wilayah di Kalimantan mengalami gangguan pasokan listrik dan pemadaman bergilir sepanjang Juli 2026. Gangguan dipicu masalah teknis pada sejumlah pembangkit yang berdampak pada kemampuan pasokan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan.

    Di Kalimantan Barat, pemadaman bergilir dilaporkan terjadi sejak 2 Juli 2026. PLN menyebut gangguan pada pembangkit berkapasitas 100 MW menjadi penyebabnya, bukan kekurangan batu bara. Kerusakan boiler pada PLTU tersebut membutuhkan waktu perbaikan sekitar satu minggu.

    Sementara itu, di Kalimantan Selatan, pemadaman bergilir juga dikeluhkan masyarakat. Pada 27 Juli 2026, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyebut gangguan kelistrikan berkaitan dengan kebocoran pipa boiler pada PLTGU di Kalimantan Tengah serta kerusakan generator di PLTU Asam-Asam.

    PLN menjelaskan gangguan pada sejumlah pembangkit tersebut mengurangi kemampuan pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Kalimantan. Akibatnya, PLN harus melakukan pemadaman bergilir untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan listrik.

    Pemerintah daerah meminta PLN mempercepat perbaikan pembangkit, meminimalkan durasi pemadaman, serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jadwal dan perkembangan pemulihan pasokan listrik.

  4. 4. Batam dan Bintan mengalami pemadaman massal

    Listrik kerap padam, warga gunakan lilin untuk penerangan. IDN Times/Riyamto.
    Listrik kerap padam, warga gunakan lilin untuk penerangan. IDN Times/Riyamto.

    Pemadaman listrik melanda sebagian besar wilayah Batam pada Senin (12/10/2026). Gangguan tersebut terjadi sehari setelah kerusakan kabel Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) di wilayah Tiban pada Minggu (11/10/2026).

    PLN Batam melaporkan gangguan kabel di Tiban terjadi pada pukul 16.37 hingga 18.00 WIB. Namun, penyebab gangguan yang memicu pemadaman lebih luas pada hari berikutnya masih dalam penyelidikan.

    Pemerintah Kota Batam menyatakan pasokan listrik telah pulih 100 persen pada Selasa (13/10/2026). Sebelumnya, data PLN pada pukul 04.00–05.00 WIB menunjukkan sebanyak 406.083 dari 411.219 pelanggan terdampak telah kembali menikmati listrik.

    Bahlil pada Rabu (14/10/2026) menyampaikan sejumlah dugaan penyebab gangguan, termasuk persoalan teknis jaringan, petir, dan hewan yang terkena instalasi listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab akhir blackout.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More