Ilustrasi mati listrik di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Bali mengalami pemadaman listrik secara luas atau blackout pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 16.00 WITA. Gangguan berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Klungkung.
PLN UID Bali melaporkan beban listrik terdampak mencapai 232 megawatt (MW). Pemadaman turut mengganggu aktivitas masyarakat, layanan internet, transaksi digital, hingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
PLN memulihkan pasokan listrik secara bertahap dengan mengerahkan ratusan personel. Pada malam kejadian, sekitar 50 persen pelanggan terdampak dilaporkan telah kembali menikmati listrik.
Seluruh pelanggan akhirnya kembali mendapat pasokan listrik pada Sabtu (3/5/2025) pukul 03.30 WITA, atau sekitar 11,5 jam sejak gangguan terjadi.
Terkait penyebabnya, keterangan awal PLN mengarah pada gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit 2. Namun, disebutkan gangguan awal berasal dari jaringan transmisi 150 kV di Jawa Timur yang berdampak pada sistem transfer listrik Jawa–Bali. Unit PLTU Celukan Bawang mengalami trip setelah pembangkit lain di Bali lebih dahulu terlepas dari sistem.
Beberapa hari kemudian, pada Senin (5/5/2025), pemadaman kembali dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Denpasar. Namun, PLN menyebut pemadaman tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi.