Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Efek Sinyal Suku Bunga The Fed, Rupiah Melemah Lagi Pagi Ini

Efek Sinyal Suku Bunga The Fed, Rupiah Melemah Lagi Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah melemah 87 poin ke Rp17.849 per dolar AS setelah sinyal kenaikan suku bunga The Fed memicu penguatan dolar dan sentimen risk-off di pasar global.
  • Investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI sore ini yang berpotensi memberi dukungan bagi rupiah jika suku bunga acuan kembali dinaikkan.
  • Lukman Leong memproyeksikan pergerakan rupiah sepanjang hari berada di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dalam mengawali perdagangan Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.03 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 87 poin atau sekitar 0,49 percent ke level Rp17.849 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Rapat FOMC picu sentimen hindari risiko di pasar keuangan

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan penguatan dolar AS terjadi setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan sinyal Bank Sentral AS (The Fed) memiliki potensi menaikkan suku bunga acuan mereka lagi pada tahun ini.

Lukman menjelaskan pengumuman tersebut langsung memicu munculnya sentimen risk-off di pasar keuangan global, yaitu kondisi ketika para investor cenderung menghindari risiko dan memilih untuk menarik modal mereka dari negara-negara berkembang.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah dalam rapat FOMC mensinyalkan bahwa The Fed berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini memicu sentiment risk off di pasar," kata Lukman.

2. Pasar menanti hasil rapat Gubernur BI sore ini

Ruang bagi mata uang rupiah untuk menahan kejatuhan dinilai masih terbuka. Lukman menyebutkan pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) yang dijadwalkan berlangsung pada sore nanti berpotensi memberikan sentimen positif.

Apabila dalam pengumuman hasil rapat tersebut BI memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuan, kebijakan moneter tersebut dinilai dapat memberikan dukungan untuk menyokong ketahanan nilai tukar rupiah.

"RDGBI sore ini yang apabila kembali menaikkan suku bunga, bisa memberikan dukungan," ujar Lukman.

3. Prediksi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini

Lukman memproyeksikan sepanjang sesi perdagangan Kamis ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak dan ditutup di dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More