Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekosistem Gaming Indonesia Terus Tumbuh, Topupid Ambil Peran Strategis
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Industri gaming Indonesia terus tumbuh dengan dukungan berbagai pihak, termasuk platform digital Topupid yang hadir untuk memperkuat ekosistem melalui layanan top up resmi dan aman.
  • Topupid menawarkan fitur unggulan seperti proses transaksi kilat 24/7, metode pembayaran lengkap, harga transparan, serta layanan pelanggan responsif demi kenyamanan pengguna.
  • Nilai pasar gim Indonesia mencapai Rp30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara, namun pengembang lokal baru menikmati sekitar 2,5 persen dari total pendapatan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan industri gaming di Indonesia tidak hanya soal meningkatnya jumlah pemain, tetapi juga tentang bagaimana ekosistemnya berkembang secara sehat dan berkelanjutan. Mulai dari gamer kasual, komunitas, kreator konten, hingga penyelenggara turnamen, seluruh elemen membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang aman dan terpercaya.

Melihat peluang tersebut, Platform Digital Topupid hadir bukan sekadar sebagai penyedia layanan top up, melainkan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekosistem gaming nasional secara menyeluruh.

1. Kompetisi industri gaming makin ketat

Hadirkan Transaksi Aman dan Instan, Platform Digital Topupid Resmi Meluncur. (Dok/Istimewa).

Country Director Platform Digital Topupid, Agung Dwi Sandi menjelaskan sebagai platform resmi, seluruh proses top up dilakukan melalui sistem yang terintegrasi langsung dengan penyedia layanan game resmi, sehingga meminimalisir risiko banned akun akibat penggunaan layanan ilegal.

“Kami memahami bahwa bagi seorang gamer, akun adalah aset yang sangat berharga. Itulah mengapa Platform Digital Topupid hadir dengan sistem yang aman dan terintegrasi langsung dengan mitra resmi," jelasnya, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, kepercayaan pengguna menjadi fondasi utama dalam membangun layanan digital yang berkelanjutan di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

2. Ada sejumlah fitur andalan

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Fitur Unggulan dan Layanan 24/7

Untuk bersaing di pasar digital Indonesia, Platform Digital Topupid menghadirkan sejumlah keunggulan kompetitif, di antaranya:

  • Proses Kilat 24/7
    Sistem otomatis memastikan diamond, UC, atau point masuk ke akun pengguna dalam hitungan detik setelah pembayaran terverifikasi.

  • Metode Pembayaran Terlengkap
    Mendukung berbagai opsi pembayaran mulai dari e-wallet seperti Dana, OVO, GoPay, dan QRIS, transfer bank, hingga pembayaran melalui gerai ritel.

  • Harga Kompetitif dan Transparan
    Penawaran harga yang jelas tanpa biaya tersembunyi, sehingga pengguna dapat bertransaksi dengan nyaman.

  • Layanan Pelanggan Responsif
    Tim dukungan pelanggan siap membantu berbagai kendala teknis kapan saja.

3. Valuasi pasar gim Indonesia tertinggi di Asia Tenggara

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Tidak hanya berfokus pada layanan transaksi, Platform Digital Topupid juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekosistem gaming nasional. Ke depan, perusahaan berencana menjalin kolaborasi dengan komunitas gamer serta mendukung penyelenggaraan turnamen e-sports di berbagai daerah.

“Peluncuran ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital masyarakat dalam memilih platform transaksi yang aman dan terpercaya,” tambah Agung.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein mengungkapkan bahwa valuasi pasar gim global saat ini telah mencapai 187 miliar dolar AS, dua kali lipat dari gabungan industri film dan musik. Indonesia sendiri mencatatkan nilai pasar sebesar Rp30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia. Namun, hanya 2,5 persen dari nilai pasar nasional dinikmati oleh pengembang lokal.

“Saat ini, pemasukan pengembangan gim lokal hanya sebesar 750 miliar per tahun atau setara hanya 2,5 persen dari pasar Indonesia sendiri. Berarti 97,5 persen memang larinya ke gim luar. Kemudian, industri lokal juga terhambat untuk akses pendanaan awal agar dapat bersaing dengan produk asing di pasar sendiri,” ungkap Shafiq.

Editorial Team