ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
Tidak hanya berfokus pada layanan transaksi, Platform Digital Topupid juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekosistem gaming nasional. Ke depan, perusahaan berencana menjalin kolaborasi dengan komunitas gamer serta mendukung penyelenggaraan turnamen e-sports di berbagai daerah.
“Peluncuran ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital masyarakat dalam memilih platform transaksi yang aman dan terpercaya,” tambah Agung.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein mengungkapkan bahwa valuasi pasar gim global saat ini telah mencapai 187 miliar dolar AS, dua kali lipat dari gabungan industri film dan musik. Indonesia sendiri mencatatkan nilai pasar sebesar Rp30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia. Namun, hanya 2,5 persen dari nilai pasar nasional dinikmati oleh pengembang lokal.
“Saat ini, pemasukan pengembangan gim lokal hanya sebesar 750 miliar per tahun atau setara hanya 2,5 persen dari pasar Indonesia sendiri. Berarti 97,5 persen memang larinya ke gim luar. Kemudian, industri lokal juga terhambat untuk akses pendanaan awal agar dapat bersaing dengan produk asing di pasar sendiri,” ungkap Shafiq.