Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasar Industri Game Indonesia Tembus Rp41 Triliun, Didominasi Asing

potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3
potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3 (kemendag.go.id)
Intinya sih...
  • Pasar industri game Indonesia mencapai Rp41,94 triliun dengan basis gamer lebih dari 192 juta orang.
  • Pengembang asing masih menguasai mayoritas nilai transaksi di pasar domestik.
  • Pemerintah mendorong penguatan akses pasar dan jalur monetisasi bagi pengembang game lokal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Industri game di Indonesia mencatat nilai pasar yang signifikan. Nilai pasar game nasional diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp41,94 triliun (kurs Rp16.779), menjadikan Indonesia salah satu pasar game terbesar di dunia.

Berdasarkan Agate Whitepaper 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga global dari sisi jumlah unduhan game. Jumlah pemain game di Indonesia tercatat lebih dari 192 juta gamer, atau sekitar 43 persen dari total gamer di Asia Tenggara, menunjukkan besarnya basis konsumen industri game nasional.

1. Nilai pasar besar, pemain Indonesia termasuk terbesar dunia

ilustrasi Agate Whitepaper 2025
ilustrasi Agate Whitepaper 2025 (dok. Agate)

Agate Whitepaper 2025 mencatat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat secara global. Sepanjang 2022, jumlah unduhan game di Indonesia mencapai 3,37 miliar kali, dengan nilai transaksi sekitar 2 miliar dolar AS atau setara Rp33,55 triliun. Tren tersebut berlanjut hingga 2025, seiring meningkatnya penetrasi smartphone dan konektivitas digital.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai industri game sebagai sumber kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dengan rantai nilai ekonomi yang panjang. Monetisasi game tidak hanya berasal dari penjualan game atau isi ulang (top up), tetapi juga meluas ke sektor turunan.

“Dalam konteks perdagangan, game merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia,” ujar Roro dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).

2. Pengembang asing masih menguasai pasar domestik

potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3
potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3 (kemendag.go.id)

Meski nilai pasar besar, pemanfaatan peluang tersebut belum sepenuhnya dinikmati pengembang lokal. Data Agate Whitepaper menunjukkan pangsa pasar pengembang game lokal masih sekitar 0,5 persen, sementara mayoritas nilai transaksi dikuasai studio asing.

Menurut Roro, persoalan utama yang dihadapi pengembang nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas. Tantangan terbesar berada pada akses terhadap etalase digital, visibilitas produk, distribusi, serta mekanisme monetisasi yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan tingginya antusiasme gamer domestik belum sepenuhnya terkonversi menjadi nilai ekonomi yang optimal bagi pengembang dalam negeri, meskipun jumlah pemain terus bertambah setiap tahun.

3. Pemerintah dorong penguatan akses pasar dan monetisasi

potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri
potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (kemendag.go.id)

Kementerian Perdagangan menyatakan komitmen untuk memperkuat ekosistem industri game nasional melalui penguatan akses pasar. Upaya tersebut dilakukan lewat berbagai inisiatif, seperti kampanye Ayo Hari Game Indonesia (Hargai) pada 2024, Indonesian Games Week, serta partisipasi dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025.

Dukungan juga diarahkan ke perluasan pasar internasional melalui perwakilan perdagangan RI di berbagai negara. Selain itu, Kemendag mendorong penyediaan pasar khusus (captive market) dan sinergi promosi lintas kementerian serta platform digital.

“Ke depan, tugas kita bersama bukan hanya menciptakan game yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang game nasional,” ujar Roro.

4. Peran ekosistem dan kolaborasi lintas sektor

potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3
potret Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3 (kemendag.go.id)

Upaya penguatan ekosistem turut tercermin dalam penyelenggaraan LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang temu antara pengembang, platform, dan komunitas gamer untuk meningkatkan eksposur produk lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menyebut kegiatan semacam ini mencerminkan ekosistem game nasional yang dinamis. Sementara itu, Agate menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan investor untuk memperkuat daya saing industri game Indonesia.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjembatani besarnya potensi pasar dengan penguatan kapasitas pengembang lokal, termasuk dari sisi pendanaan, perlindungan hak cipta, dan pengembangan talenta.

FAQ seputar pasar industri game Indonesia

Berapa nilai pasar industri game Indonesia saat ini?

Nilai pasar game Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp41,94 triliun.

Berapa jumlah gamer di Indonesia?

Jumlah gamer di Indonesia tercatat lebih dari 192 juta orang.

Mengapa pengembang lokal belum mendominasi pasar?

Kendala utama berada pada akses etalase digital, visibilitas, distribusi, dan mekanisme monetisasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Tok! Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

26 Jan 2026, 18:28 WIBBusiness