ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
Khusus pada Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai 26,61 miliar dolar AS atau meningkat 6,72 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang tumbuh 7,23 persen menjadi 25,62 miliar dolar AS. Sementara itu, ekspor migas turun 5,10 persen menjadi 0,99 miliar dolar AS.
Ateng mengatakan, kenaikan ekspor nonmigas pada Agustus 2026 terutama berasal dari nikel dan barang daripadanya, besi dan baja, serta aluminium dan barang daripadanya. Ekspor nikel dan barang daripadanya tumbuh 51,67 persen secara tahunan dengan andil 1,84 persen terhadap kenaikan total ekspor. Ekspor besi dan baja meningkat 20,38 persen dengan andil 1,79 persen.
"Adapun ekspor aluminium dan barang daripadanya melonjak 206,78 persen secara tahunan dengan andil 1,59 persen," ujarnya.
Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas pada Agustus 2026 terdiri dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,53 miliar dolar AS, pertambangan dan lainnya 2,79 miliar dolar AS, serta industri pengolahan 22,29 miliar dolar AS. Dengan nilai tersebut, industri pengolahan menyumbang sekitar 87 persen terhadap total ekspor nonmigas pada Agustus 2026.
Ekspor industri pengolahan tumbuh 12,48 persen secara tahunan dengan andil 9,92 persen terhadap kenaikan ekspor nonmigas. Kinerja tersebut terutama didorong oleh ekspor logam dasar bukan besi, nikel, aluminium, tembaga, serta kimia dasar organik dan lainnya.
Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan dan lainnya turun 19,47 persen secara tahunan. Ekspor sektor pertanian juga turun 11,64 persen. Sementara itu, BPS juga mencatat tiga komoditas unggulan, yakni besi dan baja, CPO dan turunannya, serta batu bara, masih memberikan kontribusi besar terhadap ekspor nonmigas Indonesia.
"Ketiga komoditas tersebut menyumbang 28,82 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026. Nilai ekspor besi dan baja naik 4,88 persen secara kumulatif. Ekspor CPO dan turunannya tumbuh 6,57 persen, sedangkan ekspor batu bara meningkat 4,31 persen," tuturnya.