Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ESDM Restui Tambahan RKAB 3 Perusahaan Milik Bayan Resources
ilustrasi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (bayan.com.sg)
  • ESDM menyetujui revisi RKAB Bayan Resources untuk tiga perusahaan setelah persyaratannya terpenuhi.

  • Tambahan kuota produksi dari tiga perusahaan tersebut diperkirakan berada di kisaran 15 juta hingga 20 juta ton.

  • Tri Winarno membantah proses persetujuan terkait rencana pembelian saham Bayan oleh PT Jhonlin Baratama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
16 September 2026

Para pihak menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat. PT Jhonlin Baratama sepakat membeli sekitar 30 persen saham Bayan dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Senin (21/9/2026)

Tri Winarno menyatakan revisi RKAB tiga perusahaan Bayan telah disetujui dan sudah terbit. Tambahan kuota produksi diperkirakan 15 juta hingga 20 juta ton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Revisi RKAB Bayan Resources untuk tiga perusahaan telah disetujui dan sudah terbit.
  • Who?
    Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, dan tiga perusahaan Bayan Resources.
  • Where?
    Pernyataan Tri Winarno disampaikan di Balai Kartini, Jakarta.
  • When?
    Senin (21/9/2026).
  • Why?
    Persyaratan RKAB Bayan telah terpenuhi setelah melalui proses evaluasi yang mencakup sejumlah persyaratan, termasuk matriks.
  • How?
    Tiga perusahaan Bayan memperoleh persetujuan melalui proses pengajuan dan evaluasi revisi RKAB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

ESDM bilang rencana kerja dan biaya tiga perusahaan Bayan sudah boleh diubah. Pak Tri Winarno berkata syaratnya sudah terpenuhi. Tambahan kuota produksinya kira-kira 15 sampai 20 juta ton. Ada juga pembelian saham Bayan oleh Jhonlin Baratama. Sekarang, revisi RKAB tiga perusahaan itu sudah terbit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persetujuan revisi RKAB memberi kepastian bagi tiga perusahaan Bayan yang sebelumnya belum memperoleh persetujuan. Kejelasan itu muncul setelah persyaratan RKAB dinyatakan terpenuhi dan proses evaluasi berjalan. Pernyataan Tri Winarno juga menegaskan bahwa tidak ada persoalan sensitif yang dikaitkan dengan proses persetujuan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Bayan Resources untuk tiga perusahaan telah disetujui.

Direktur Jenderal Minerba Tri Winarno mengatakan saat ini hanya tersisa sedikit perusahaan yang masih dalam proses evaluasi RKAB. Bayan termasuk perusahaan yang persyaratan RKAB telah terpenuhi.

"Masih ada beberapa RKAB perusahaan yang belum memenuhi. (Kalau Bayan) sudah, kalau sekarang sudah," katanya di Balai Kartini, Jakarta, Senin (21/9/2026).

1. ESDM tepis RKAB Bayan terkait akuisisi saham

Ilustrasi Tambang Batu Bara. (IDN Times/Anjani Asra)

Tri tidak menjelaskan secara detail alasan tiga perusahaan Bayan sebelumnya belum memenuhi persyaratan RKAB. Menurut dia, pengajuan RKAB memiliki sejumlah persyaratan, termasuk matriks yang menjadi bagian dari proses evaluasi.

Ketiga perusahaan Bayan yang sebelumnya belum mendapatkan revisi RKAB kini telah memperoleh persetujuan. Tri menyebut tidak ada persoalan sensitif di balik proses tersebut. Dia juga membantah adanya kaitan antara proses persetujuan RKAB dengan rencana pembelian saham Bayan.

"Sebetulnya enggak ada isu yang sensitif, tapi terus kemudian menghubung-hubungkan pembelian saham lah dan lain sebagainya. Saya enggak inilah," ujar dia.

2. Tambahan RKAB tiga perusahaan Bayan 15-20 juta ton

Ilustrasi Batu Bara. (IDN Times/Anjani Asra)

Tri memastikan revisi RKAB untuk tiga perusahaan Bayan yang sebelumnya belum mendapatkan persetujuan kini sudah terbit. Saat ditanya mengenai total tambahan kuota produksi dari ketiga perusahaan tersebut, Tri memperkirakan berada di kisaran 15 juta hingga 20 juta ton.

"Angkanya berapa ya, 15-an apa 20 juta ya. Total untuk tiga itu kayaknya. (Antara 15 sampai 20 juta) ya, in between itu lah," tuturnya.

3. Saham Bayan naik hampir 20 persen

ilustrasi indeks saham (IDN Times/Aditya Pratama)

Seperti diketahui sebagian saham Bayan dibeli oleh perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Transaksi tersebut dilakukan PT Jhonlin Baratama.

Hal itu dilakukan melalui kesepakatan pembelian saham Bayan dari pendiri sekaligus pemegang saham utama Bayan Resources, Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Jhonlin Baratama sepakat membeli sekitar 30 persen saham Bayan atau sekitar 10 miliar saham.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, para pihak menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026. Manajemen BYAN menyebut transaksi tersebut tidak berdampak material negatif bagi perusahaan.

“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen BYAN.

Curated For You

Editorial Team

Related Article