- Menjadi Alat Bukti Transaksi
Apa itu Kwitansi? Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Cara Membuatnya

Kwitansi adalah dokumen resmi sebagai bukti penerimaan pembayaran antara pihak pembayar dan penerima, berkekuatan hukum, serta membantu mencegah kesalahpahaman dan melacak transaksi.
Dokumen ini berfungsi sebagai bukti transaksi, pendukung audit keuangan, dan pelengkap klaim garansi. Jenisnya mencakup pembelian, pembayaran, DP, donasi, cicilan, retur, pengeluaran, hingga tagihan.
Kwitansi yang valid memuat nomor, tanggal, identitas pihak terkait, nominal dalam angka dan huruf, tujuan pembayaran, serta tanda tangan; meterai digunakan sesuai ketentuan untuk transaksi tertentu.
Apa itu kwitansi? Kwitansi adalah dokumen tertulis yang berfungsi sebagai bukti penerimaan sejumlah uang dari pihak pembayar kepada pihak penerima transaksi. Dokumen ini menjadi alat bukti sah dalam hukum keuangan dan akuntansi di Indonesia.
Oleh karena itu, kwitansi sangat penting digunakan untuk menghindari kesalahpahaman antara penjual dan pembeli. Penggunaan kwitansi juga memudahkan kamu untuk melacak transaksi yang telah dilakukan.
Pembuatan kwitansi juga tidak boleh sembarangan dan harus sesuai ketentuan. Penasaran dengan langkah-langkah pembuatan kwitansi yang baik dan benar? Temukan panduan lengkap mengenai pengertian, fungsi, beserta contoh dalam artikel berikut ini.
Table of Content
1. Definisi dan Pengertian Kwitansi

ilustrasi kwitansi (pexels.com/jurnal.ic) Kwitansi merupakan dokumen resmi yang digunakan sebagai bukti dari transaksi yang telah dilakukan antara penjual dan pembeli. Umumnya, kwitansi digunakan dalam proses jual beli barang dalam jumlah besar. Dokumen ini digunakan sebagai alat bukti agar terhindari dari kesalahan pencatatan transaksi.
2. Fungsi Utama Kwitansi dalam Transaksi Keuangan

ilustrasi seorang wanita yang sedang melihat kwitansi (pexels.com/www.kaboompics.com) Meski hanya terlihat sebagai sebuah bukti pembayaran yang wajib disin, ternyata kwitansi punya beberapa fungsi lainnya. Berikut fungsi kwitansi dalam transaksi keuangan.
Fungsi utama kwitansi adalah sebagai bukti transaksi yang telah dilakukan baik dalam bentuk tunai maupun cicilan. Kwitansi memiliki kekuatan hukum sehingga jika suatu saat terjadi gugatan antara penjual dan pembeli, maka kwitansi dapat menjadi bukti konkrit dalam persidangan.
Selain berfungsi di persidangan, kwitansi adalah alat yang memvalidasi komplain penjual atau pembeli terkait nominal pembayaran. Misalnya, seorang pelanggan meminta ganti rugi atas suatu produk, maka dokumen berikut perlu disertakan.
- Memudahkan Audit Keuangan Perusahaan
Fungsi kwitansi selanjutnya yaitu untuk memudahkan proses audit keuangan perusahaan dalam mengecek kebenaran transaksi.
Hal ini berkaitan dengan bentuk kwitansi yang umumnya disimpan oleh penjual dan pembeli sehingga pihak audit dapat mencocokkan barang apa saja yang benar terjual serta berapa jumlah pendapatan di kas.
- Dokumen Pelengkap Klaim Garansi Barang
Fungsi lain dari kwitansi adalah untuk mengklaim garansi barang. Umumnya, beberapa barang memiliki jaminan garansi apabila ada kerusakan barang atau ketidakcocokan jenis produk.
3. Komponen Wajib dalam Kwitansi

Kwitansi pembayaran Gedung Graha Makmur termin pertama, Gedung Graha Makmur bakal menjadi kantor Badan Gizi Nasional. (Dok.Istimewa) Kamu perlu memperhatikan komponen wajib dalam kwitansi ketika membuat atau menerima kwitansi. Hal ini untuk memastikan kwitansi memiliki format yang baik dan benar. Berikut komponen yang wajib ada dalam kwitansi.
1. Nomor Kwitansi
Nomor kwitansi umumnya tertera pada bagian paling atas kwitansi. Setiap kwitansi perlu memiliki nomor unik untuk memudahkan pelacakan. Nomor ini berfungsi untuk mencatat urutan pengeluaran dari catatan kas perusahaan serta mencegah terjadinya pemalsuan transaksi pembelian atau pembayaran barang.
2. Tanggal Transaksi
Tanggal transaksi merujuk pada tanggal terjadinya transaksi. Bukan hanya tanggal, pihak pemberi kwitansi perlu menyertakan bulan dan tahun sehingga menghasilkan informasi yang jelas dan dipercaya. Tanggal juga penting untuk menjaga ketepatan pencatatan, terutama dalam laporan keuangan dan audit.
3. Nama Lengkap
Nama kedua belah pihak wajib tertera pada lembar kwitansi. Pastikan nama yang tercantum pada kwitansi adalah lengkap dan asli.
5. Nominal yang Dibayarkan
Umumnya, jumlah uang yang dibayarkan harus ditulis dalam angka dan huruf. Misalnya, jika pembayaran adalah Rp 2.500.000, maka harus ditulis juga “dua juta lima ratus ribu rupiah.” Ini dilakukan meminimalisir kesalahan terkait jumlah yang dibayarkan.
6. Keterangan transaksi
Alasan atau tujuan pembayaran harus tertera pada kwitansi. Misalnya, apakah pembayaran tersebut untuk pembelian barang, jasa, atau pelunasan hutang. Keterangan ini bermanfaat untuk membantu dalam pelacakan transaksi.
7. Tanda tangan penerima
Sebagai penutup, tanda tangan berfungsi mengesahkan dokumen. Hal ini memberikan bukti otentik bahwa pihak penerima telah mendapatkan pembayaran sekaligus memastikan validitas kwitansi tersebut.
4. Jenis-Jenis Kwitansi dalam Bisnis

Ilustrasi Kuitansi (pixabay.com/id/users/blickpixel) Umumnya, ada beberapa jenis kwitansi yang digunakan dalam transaksi bisnis. Berikut beberapa di antaranya.
1. Kwitansi Pembelian
Penjual akan mengeluarkan kwitansi ini dan memberikannya kepada pembeli sebagai bukti sah jika barang atau jasa tersebut sudah dibayar.
2. Kwitansi Pembayaran
Dokumen ini adalah tanda bukti dari si penerima dana buat pihak pengirim bahwa uangnya sudah mendarat dengan aman dan diterima dengan baik.
3. Kwitansi Pembayaran Uang Muka (DP)
Kwitansi ini diterbitkan ketika kamu menerima pembayaran uang muka alias down payment (DP).
4. Kwitansi Penerimaan Donasi
Biasanya dokumen ini dikeluarkan oleh organisasi, komunitas, atau yayasan sebagai bukti resmi kalau mereka sudah menerima sumbangan atau suntikan dana dari para donatur.
5. Kwitansi Pembayaran Cicilan
Kalau transaksinya menggunakan sistem kredit atau dibayar secara bertahap, kwitansi jenis ini digunakan untuk mencatat setiap termin pembayarannya agar riwayatnya jelas.
6. Kwitansi Pengembalian Barang
Kalau ada proses retur barang dari pelanggan ke penjual, kwitansi ini wajib diberikan kepada pembeli sebagai bukti sah kalau barang yang dibeli sebelumnya sudah dikembalikan.
7. Kwitansi Penerimaan Pengeluaran
Kwitansi ini berfungsi untuk mencatat penerimaan uang yang dikeluarkan oleh seseorang atau kas perusahaan. Contoh paling umumnya adalah saat proses pencairan reimbursement biaya perjalanan dinas karyawan.
8. Kwitansi Pembayaran Tagihan
Bukti pembayaran yang kamu terima setelah melunasi tagihan tertentu. Misalnya, kwitansi pembayaran tagihan listrik, air, atau internet
5. Cara Membuat Kwitansi yang Sah dan Benar

ilustrasi kuitansi (pexels.ocm/Mikhail Nilov) Pembuatan kwitansi harus baik dan benar agar dokumen tersebut memuat informasi yang sah dan valid. Berikut cara pembuatan kwitansi yang sah dan benar.
1. Isi Nomor & Tanggal: Isi nomor urut untuk kemudahan pengarsipan dan catat tanggal pasti transaksi terjadi.
2. Tulis Nama Pemberi Uang: Tulis nama lengkap sesuai identitas resmi dan jangan disingkat.
3. Tulis Nominal Uang dengan Huruf dan Angka: Tulis jumlah uang dalam bentuk kalimat atau ejaan untuk mencegah kecurangan manipulasi angka. Cantumkan juga jumlah angka rupiah secara langsung pada kolom "Total".
4. Tujuan Pembayaran: Tuliskan alasan atau peruntukan transaksi secara jelas dan spesifik.
6. Meterai & Tanda Tangan: Bubuhkan tanda tangan sebagai tanda setuju, serta meterai agar kwitansi sah di mata hukum. Sesuai aturan UU Nomor 10 Tahun 2020, materai yang digunakan Rp10.000 untuk transaksi di atas Rp5 Juta ke atas.
6. Perbedaan Kwitansi, Nota, dan Invoice
Masih banyak orang yang mengira kalau kwitansi, nota dan invoice merupakan dokumen yang sama. Namun sebenarnya, ketiganya memiliki sedikit perbedaan. Berikut IDN Times sajikan tabel perbedaan kwitansi, nota, dan invoice.
Perbedaan Kwitansi, Nota, dan Invoice
Aspek
Kwitansi
Nota
Invoice
Waktu Penggunaan
Diberikan setelah pembayaran dilakukan.
Diberikan sebelum pembayaran dilakukan.
Bisa diberikan sebelum atau sesudah pembayaran.
Fungsi
Sebagai bukti sah bahwa pembayaran telah diterima.
Sebagai dokumen untuk menagih atau meminta pembayaran.
Sebagai bukti transaksi (rinciannya tidak sebanyak invoice).
Detail Informasi
Lebih sederhana (fokus pada nominal uang dan nama pihak terkait).
Sangat detail (mencakup syarat pembayaran, deskripsi barang/jasa, dan total biaya).
Lebih sederhana dari invoice.
Itulah pengertian kwitansi, jenis-jenis, fungsi, komponen, dan cara membuatnya. Semoga bermanfaat!






















