Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gangguan Ekspor Laut Hitam Ancam Pasokan Gandum Mesir

3 min read
Gangguan Ekspor Laut Hitam Ancam Pasokan Gandum Mesir
potret bendera Mesir (unsplash.com/Kamel Altohamy)
  • Serangan Rusia-Ukraina di Laut Hitam menghambat ekspor gandum, sementara Rusia dan Ukraina menyumbang sekitar 85 persen impor gandum Mesir pada 2025.
  • Cadangan strategis Mesir disebut cukup untuk beberapa bulan, didukung produksi lokal yang melampaui 10 juta ton dan pengadaan hampir 5 juta ton panen domestik.
  • Mesir mencari gandum dari pemasok alternatif seperti Prancis, tetapi biaya pengiriman dan asuransi lebih tinggi berpotensi menekan harga pangan dan roti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Gangguan pengiriman gandum di Laut Hitam akibat serangan Rusia dan Ukraina menekan pasokan impor Mesir. Kedua negara tersebut menyumbang sekitar 85 persen dari total impor gandum Mesir pada 2025.

Di sisi lain, pemerintah Mesir menyatakan cadangan gandum strategisnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik selama beberapa bulan ke depan. Peningkatan produksi lokal juga mengurangi kebutuhan impor. 

  1. 1. Serangan di Laut Hitam menghambat ekspor gandum

    Laut Hitam
    potret kapal di Laut Hitam (commons.wikimedia.org/Mostafameraji)

    Serangan terhadap kapal komersial dan fasilitas pelabuhan di Laut Hitam meningkat pada awal Oktober 2026. Rusia dan Ukraina telah berulang kali menargetkan kapal serta fasilitas pelabuhan sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022.

    Ekspor gandum Rusia pada Agustus 2026 turun 40 persen di bawah tingkat normal di tengah saling serang dengan Ukraina. Sementara itu, Ukraina hanya dapat mengirim sekitar sepertiga dari gandum yang tersedia untuk diekspor akibat serangan Rusia. Sekitar 85 persen ekspor pangan Ukraina biasanya melewati pelabuhan Laut Hitam, sedangkan jalur alternatif belum mampu menggantikan kapasitas tersebut.

    Mengutip Alhurra, Menteri Pertanian Mesir Alaa Farouk menyebut impor gandum negara itu mencapai sekitar 12,5 juta ton pada tahun fiskal 2025 — 2026, turun dari 13,2 juta ton pada tahun fiskal sebelumnya. Pemerintah Mesir belum mengimpor gandum sejak Mei dan mengandalkan impor sektor swasta untuk memenuhi kebutuhan domestik.

  2. 2. Produksi lokal memperkuat cadangan gandum Mesir

    roti baladi
    potret roti baladi (commons.wikimedia.org/Mohanad5ayman)

    Dilansir Ahram Online, Pusat Media Kabinet Mesir pada Senin (12/10/2026) menyatakan cadangan gandum strategis negara tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik selama beberapa bulan. Pernyataan itu mengutip Kementerian Pasokan dan Perdagangan Dalam Negeri Mesir, yang menyebut peningkatan produksi lokal memperkuat cadangan dan mengurangi kebutuhan impor.

    Pemerintah menerima nyaris 5 juta ton gandum hasil panen lokal selama musim pengadaan 2026, sesuai dengan target pengadaan untuk musim tersebut. Peningkatan itu didukung perluasan area tanam. Produksi gandum domestik pada tahun fiskal 2025—2026 juga meningkat lebih dari 6,5 persen secara tahunan hingga melampaui 10 juta ton.

    Mesir sebelumnya mengimpor sekitar 2 juta ton gandum pada Februari — Mei untuk mengantisipasi gangguan pasokan. Menurut perkiraan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kebutuhan gandum tahunan Mesir mencapai sekitar 20 juta ton pada tahun pemasaran 2025 — 2026. Sementara itu, program roti baladi bersubsidi di negara tersebut melayani sekitar 71 juta orang.

  3. 3. Mesir mencari pemasok alternatif di tengah kenaikan biaya

    kapal di Pelabuhan La Pallice
    potret kapal meninggalkan Pelabuhan La Pallice (commons.wikimedia.org/Jean-Pierre Bazard Jpbazard)

    Maha el-Sheikh, profesor rantai pasok dan dukungan logistik digital di Universitas Timur Tengah (MEU), mengatakan bahwa Mesir mengimpor 5,28 juta ton gandum dari Rusia dan 2,16 juta ton dari Ukraina pada Juli 2025 — Januari 2026. Menurutnya, ekspor kedua negara tersebut merupakan salah satu penopang utama pasokan gandum untuk kebutuhan roti Mesir.

    Kementerian Pasokan Mesir mulai mencari pemasok alternatif, termasuk Prancis. Pada 30 Agustus 2026, kapal kargo Nan Lin dan Genoa tiba di Pelabuhan La Pallice, Prancis, untuk memuat nyaris 60 ribu ton gandum dengan tujuan Mesir.

    El-Sheikh memperingatkan bahwa pengadaan dari negara alternatif, seperti Prancis, Rumania, dan Bulgaria, tetap menimbulkan biaya tambahan. 

    "Makin jauh sumber pasokan, makin tinggi pula biaya pengiriman dan asuransinya," ujarnya sebagaimana dilansir Alhurra. Menurutnya, kenaikan biaya tersebut dapat dengan cepat berdampak pada harga roti.

    Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pekan lalu mengatakan bahwa harga pangan dan komoditas naik 40 persen akibat gangguan di Laut Hitam. Bank Sentral Mesir juga memperkirakan inflasi tahunan pada 2026 mencapai 16 — 17 persen, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 11 persen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More