Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ukraina Panggil Dubes Israel, Protes Kapal Isi Gandum Curian di Haifa

Ukraina Panggil Dubes Israel, Protes Kapal Isi Gandum Curian di Haifa
ilustrasi kapal kargo (unsplash.com/Vidar Nordli-Mathisen)
Intinya Sih
  • Ukraina memanggil duta besar Israel untuk memprotes penerimaan kapal berisi gandum curian dari wilayah yang diduduki Rusia, menilai tindakan itu merusak hubungan kedua negara.
  • Pemerintah Israel membantah tuduhan Ukraina dan menegaskan belum ada bukti kuat, sambil menyatakan akan memeriksa kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.
  • Sebagai salah satu eksportir gandum terbesar di Eropa, Ukraina sangat bergantung pada sektor pertanian yang menyumbang sekitar 20 persen PDB sebelum perang berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Israel dan Ukraina terlibat perselisihan setelah Kiev menuduh Tel Aviv berulang kali menerima kapal berisi gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Kementerian Luar Negeri Ukraina pun memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes.

Dilansir dari TVP, data pelacakan pelayaran menunjukkan bahwa Panormitis, kapal kargo berbendera Panama yang dilaporkan membawa 25 ribu ton gandum dan jelai, tiba di pelabuhan Haifa, Israel, pada Minggu (26/4/2026) dan tengah menunggu izin untuk bersandar pada Senin (27/4/2026)

Sebelumnya, kapal curah Rusia, Abinsk, juga berlabuh di Haifa pada awal April 2026, dengan membawa 44 ribu ton gandum Ukraina. Otoritas Kiev mengatakan bahwa gandum tersebut merupakan hasil curian.

Hasil investigasi media Israel, Haaretz, menemukan bahwa sedikitnya empat pengiriman gandum Ukraina yang diduga hasil curian telah dibongkar di Israel sepanjang 2026. Sementara itu, Ukraina memperkirakan sedikitnya 15 juta ton gandum telah dicuri oleh Rusia sejak dimulainya invasi besar-besaran pada 2022.

1. Ukraina peringatkan Israel agar tidak lagi terima kapal berisi gandum curian

bendera Ukraina (unsplash.com/Max Kukurudziak)
bendera Ukraina (unsplash.com/Max Kukurudziak)

Dalam unggahannya di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, memperingatkan Israel agar tidak lagi menerima kapal-kapal tersebut. Ia mengatakan bahwa tindakan semacam itu dapat merusak hubungan kedua negara.

“Hubungan persahabatan antara Ukraina dan Israel berpotensi memberikan manfaat bagi kedua negara, dan perdagangan ilegal Rusia atas gandum Ukraina yang dicuri seharusnya tidak merusaknya. Sulit untuk memahami kurangnya respons yang tepat dari Israel terhadap permintaan sah Ukraina terkait kapal sebelumnya yang mengirimkan barang curian ke Haifa,” tulis Sybiha.

Ia juga menambahkan telah memanggil duta besar Israel untuk hadir pada Selasa (28/4/2026) guna menyampaikan nota protes dan meminta pengambilan tindakan yang tepat.

2. Israel sebut Ukraina

bendera Israel (pexels.com/Leonid Altman)
bendera Israel (pexels.com/Leonid Altman)

Menanggapi pernyataan Sybiha, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengatakan bahwa Ukraina tidak memberikan bukti yang mendukung tuduhan tersebut. Ia juga mengeluhkan mengapa Kiev tidak lebih dulu mengajukan permintaan bantuan hukum sebelum membawa masalah ini ke media dan media sosial.

“Masalah ini akan diperiksa. Israel adalah negara yang menjunjung supremasi hukum dengan lembaga penegakan hukum yang independen. Semua otoritas Israel akan bertindak sesuai hukum,” tambahnya.

Dilansir dari Euro News, seorang pejabat Ukraina yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa jika Israel tidak menolak kapal kargo tersebut, hal ini dapat memicu konsekuensi diplomatik yang signifikan. Ia juga menyebut Israel telah mengabaikan protes-protes sebelumnya dari Kiev.

3. Ukraina termasuk negara eksportir gandum terbesar di Eropa

ilustrasi gandum (unsplash.com/Johannes Plenio)
ilustrasi gandum (unsplash.com/Johannes Plenio)

Hubungan antara Ukraina dan Israel telah berjalan dengan hati-hati sejak awal invasi Rusia. Israel menahan diri untuk tidak memberikan bantuan militer langsung ke Kiev demi menjaga hubungannya dengan Rusia. Namun, situasi mulai berubah sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada akhir Februari 2026.

Meski Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, tidak mengunjungi Israel selama tur diplomatiknya di Timur Tengah, kementerian luar negeri kedua negara menyatakan bahwa Ukraina dan Israel sama-sama bersedia memperkuat hubungan mereka dalam menghadapi musuh bersama, yaitu Iran.

Dijuluki sebagai lumbung pangan Eropa, Ukraina merupakan salah satu eksportir terbesar jagung, gandum, dan oat ke Uni Eropa (UE). Sebelum perang dimulai, Ukraina biasa mengekspor sekitar 5–7 juta ton gandum setiap tahunnya.

Negara ini bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber pendapatan utamanya, yang menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyumbang sekitar 20 persen dari produk domestik bruto (PDB).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More