potret kapal meninggalkan Pelabuhan La Pallice (commons.wikimedia.org/Jean-Pierre Bazard Jpbazard)
Maha el-Sheikh, profesor rantai pasok dan dukungan logistik digital di Universitas Timur Tengah (MEU), mengatakan bahwa Mesir mengimpor 5,28 juta ton gandum dari Rusia dan 2,16 juta ton dari Ukraina pada Juli 2025 — Januari 2026. Menurutnya, ekspor kedua negara tersebut merupakan salah satu penopang utama pasokan gandum untuk kebutuhan roti Mesir.
Kementerian Pasokan Mesir mulai mencari pemasok alternatif, termasuk Prancis. Pada 30 Agustus 2026, kapal kargo Nan Lin dan Genoa tiba di Pelabuhan La Pallice, Prancis, untuk memuat nyaris 60 ribu ton gandum dengan tujuan Mesir.
El-Sheikh memperingatkan bahwa pengadaan dari negara alternatif, seperti Prancis, Rumania, dan Bulgaria, tetap menimbulkan biaya tambahan.
"Makin jauh sumber pasokan, makin tinggi pula biaya pengiriman dan asuransinya," ujarnya sebagaimana dilansir Alhurra. Menurutnya, kenaikan biaya tersebut dapat dengan cepat berdampak pada harga roti.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pekan lalu mengatakan bahwa harga pangan dan komoditas naik 40 persen akibat gangguan di Laut Hitam. Bank Sentral Mesir juga memperkirakan inflasi tahunan pada 2026 mencapai 16 — 17 persen, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 11 persen.