ilustrasi perusahaan SpaceX (pexels.com/SpaceX)
Hubungan Alphabet sebagai perusahaan induk Google dengan SpaceX sebenarnya sudah berlangsung lama. Alphabet tercatat menanamkan modal di SpaceX pada 2015 ketika valuasi perusahaan itu masih berada di level 12 miliar dolar AS (setara Rp217,9 triliun), sedangkan valuasi yang diproyeksikan saat IPO mencapai 1,75 triliun dolar AS (setara Rp31.780 triliun).
Dalam dokumen IPO, SpaceX menyampaikan bahwa infrastruktur komputasi yang dimiliki memberi keleluasaan dalam mengalokasikan sekaligus memonetisasi kapasitas yang tersedia.
“Kami percaya bahwa infrastruktur komputasi kami dan strategi terkait memberikan kami fleksibilitas yang substansial dalam cara kami mengalokasikan dan memonetisasi kapasitas,” tulis SpaceX, dikutip Euro News.
Laporan keuangan perusahaan menunjukkan belanja modal pada kuartal pertama mencapai 10,1 miliar dolar AS (setara Rp183,4 triliun), lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 7,7 miliar dolar AS (setara Rp139,8 triliun) dialokasikan untuk proyek AI.
Segmen AI SpaceX masih membukukan kerugian operasional sebesar 2,5 miliar dolar AS (setara Rp45,4 triliun), sementara pendapatannya hanya mencapai 818 juta dolar AS (setara Rp14,8 triliun) pada periode yang sama. Produk AI milik Elon Musk melalui Grok juga disebut belum mampu merebut pangsa pasar yang signifikan dari OpenAI, Anthropic, maupun Google.