Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Meta Diprediksi Geser Posisi Google dalam Bisnis Iklan Digital pada 2026

Meta Diprediksi Geser Posisi Google dalam Bisnis Iklan Digital pada 2026
Meta (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)
Intinya Sih
  • Laporan Emarketer memprediksi Meta akan menyalip Google sebagai platform iklan digital terbesar dunia pada 2026, berkat integrasi teknologi AI yang meningkatkan efektivitas penargetan iklan.
  • Pendapatan Meta diperkirakan mencapai 243,46 miliar dolar AS melalui optimalisasi fitur Reels, WhatsApp, dan sistem otomatisasi Advantage+ yang memperkuat performa Facebook serta Instagram.
  • Google menghadapi penurunan pangsa pasar iklan pencarian di bawah 50 persen, sementara Meta, Google, dan Amazon diproyeksikan tetap menguasai lebih dari 62 persen belanja iklan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Laporan terbaru dari lembaga riset Emarketer yang dirilis pada Senin (13/4/2026), memproyeksikan terjadinya pergeseran peta persaingan dalam industri iklan digital. Meta Platforms diprediksi akan menjadi platform iklan terbesar di dunia, menggeser posisi Google yang selama ini mendominasi pasar.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2026, cara pengguna menemukan konten di media sosial akan mulai melampaui tren pengguna dalam mencari informasi melalui mesin pencari. Hal ini menandakan keberhasilan Meta dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) di seluruh ekosistem aplikasinya untuk menarik minat pengiklan.

1. Otomatisasi sistem berbasis AI dongkrak pendapatan Meta

Ilustrasi Meta. (Pexels.com/Julio Lopez)
Ilustrasi Meta. (Pexels.com/Julio Lopez)

Pendapatan iklan Meta diperkirakan akan menyentuh angka 243,46 miliar dolar AS (Rp4,17 kuadriliun) pada tahun 2026. Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan pendapatan Google yang berada di angka 239,54 miliar dolar AS (Rp4,10 kuadriliun).

"Dengan mengungguli Google, Meta membuktikan bahwa volume pengguna dan kebiasaan mereka jauh lebih krusial dalam lanskap bisnis digital dibandingkan faktor lainnya," ungkap Max Willens, analis utama di Emarketer, dilansir Economic Times.

Keunggulan Meta ditopang oleh fitur Advantage+ dan sistem otomatisasi iklan berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan iklan ditargetkan dengan lebih presisi kepada audiens. Sistem Meta mampu memprediksi kebutuhan konsumen berdasarkan analisis perilaku, sebuah metode yang terbukti lebih efektif di tengah ketatnya regulasi privasi data saat ini.

2. Optimalisasi monetisasi Reels dan WhatsApp

ilustrasi Meta AI (dok. Meta)
ilustrasi Meta AI (dok. Meta)

Pertumbuhan signifikan Meta juga didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam memonetisasi fitur Reels, serta penempatan iklan strategis di WhatsApp dan Threads.

"Meta berhasil mengoptimalkan pendapatan dari seluruh layanannya secara serentak. Integrasi alat bantu iklan dan AI telah meningkatkan performa Facebook dan Instagram, dengan kontribusi terbesar terlihat pada fitur Reels," jelas Zach Goldner, analis peramalan senior di Emarketer, dilansir Chosun.

Penggunaan algoritma rekomendasi yang lebih personal terbukti mampu meningkatkan retensi dan waktu aktif pengguna di aplikasi. Di AS, durasi menonton Reels tercatat naik sebesar 30 persen dalam satu tahun terakhir. Hal ini mendorong pengiklan untuk mengalokasikan anggaran mereka ke ekosistem Meta karena dinilai mampu memberikan tingkat pengembalian investasi (ROI) yang lebih tinggi.

3. Tantangan bagi Google dan persaingan pasar global

ilustrasi google
ilustrasi google (unsplash.com/Christian Wiediger)

Di sisi lain, Google tengah menghadapi tantangan serius. Pangsa pasar pendapatan iklan penelusuran (search ad) Google di AS diprediksi akan menyusut hingga di bawah 50 persen.

Meskipun terdapat bayang-bayang tekanan dari regulasi pemerintah dan pengadilan antimonopoli, dominasi Meta dan raksasa teknologi lainnya diprediksi akan tetap solid. Menurut laporan tersebut, gabungan dominasi Google, Meta, dan Amazon diperkirakan akan menguasai 62,3 persen dari total belanja iklan digital di seluruh dunia pada akhir 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More