Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun hingga 5 persen dalam lima tahun ke depan. Salah satu fokus yang dilakukan adalah mengatasi persoalan rumah tidak layak huni yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemiskinan di Sulteng.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar mengatakan, tingkat kemiskinan di Sulteng saat ini masih mencapai 10,45 persen, atau berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah bersama wakil gubernur, bupati dan wali kota.
"Bagaimana caranya supaya dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan ini bisa turun sampai 5 persen," ujar Anwar dalam Ngobrol Seru by IDN, Sabtu (25/5/2027).
Menurut dia, karakteristik kemiskinan di Sulteng berbeda dengan daerah lain. Berdasarkan analisis pemerintah daerah, persoalan kemiskinan di Sulteng banyak berkaitan dengan kondisi tempat tinggal masyarakat.
"Kalau dari sisi pangan, itu hampir tidak terlalu problem. Tapi kebanyakan itu adalah rumah yang tidak layak," katanya.
Anwar menyebut terdapat sekitar 70 ribu rumah tangga yang menempati rumah tidak layak huni. Karena itu, pemerintah daerah kini mendorong perbaikan rumah masyarakat sebagai salah satu langkah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Pemprov Sulteng juga telah meminta dukungan pemerintah pusat, termasuk kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Menurut Anwar, pemerintah pusat merespons positif upaya tersebut.
"Beliau sangat merespons. Kita pemerintah daerah juga dengan pemerintah kabupaten dan kota sedang berupaya untuk menyelesaikan itu sehingga kita bisa menurunkan angka kemiskinan lebih cepat," jelasnya.
Selain perbaikan tempat tinggal, Pemprov Sulteng terus mendorong peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Anwar mengatakan, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil setelah berjalan sekitar dua tahun di sejumlah daerah.
Dia menyebut tingkat kemiskinan Sulteng telah turun dari sekitar 11 persen menjadi 10,45 prrsen Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng juga menunjukkan peningkatan.
Anwar menilai perbaikan kualitas hidup masyarakat perlu dilakukan secara bersamaan agar penurunan kemiskinan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
