Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PLN Indonesia Power Siapkan Rp3,3 Triliun Bangun PLTS-BESS di Sulteng

3 min read
PLN Indonesia Power Siapkan Rp3,3 Triliun Bangun PLTS-BESS di Sulteng
PLN Indonesia Power menyiapkan investasi sekitar Rp3,3 triliun untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (Dok/Istimewa).
  • PLN Indonesia Power menyiapkan investasi Rp3,3 triliun untuk PLTS-BESS di 10 lokasi terisolasi Sulawesi Tengah, berkapasitas hingga 60 MWp dan penyimpanan 200 MWh.
  • Proyek bersama PT ACE Energy Service ditujukan mengoptimalkan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan diesel, dan berpotensi menekan biaya pokok listrik hingga Rp1.000 per kWh.
  • Pendanaan direncanakan dari konsorsium perbankan Korea-Indonesia, menggunakan panel surya produksi dalam negeri; PLN Indonesia Power juga memperkuat bisnis MRO lewat dua kerja sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PLN Indonesia Power menyiapkan investasi sekitar Rp3,3 triliun untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah.

Proyek yang dikembangkan bersama PT ACE Energy Service (ACEES) tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS mencapai 60 megawatt peak (MWp) dan BESS sebesar 200 megawatt hour (MWh).

  1. 1. Integrasi PLTS dan BESS dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan

    IMG-20251106-WA0128.jpg
    Fasilitas sarana PLTS atap di pabrik Coca-Cola Ungaran. (IDN Times/Dok Humas CCEP)

    Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah mengatakan, integrasi PLTS dan BESS dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel.

    "Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik," ujar Julita dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

  2. 2. Proyek tersebut berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik hingga sekitar Rp1.000 per kilowatt hour (kWh)

    Ilustrasi PLTS. IDN Times/Istimewa
    Ilustrasi PLTS. IDN Times/Istimewa

    Ia menjelaskan lengembangan proyek ini merupakan bagian dari tiga kolaborasi strategis PLN Indonesia Power Group dalam ajang Electricity Connect 2026. Proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pembangkit listrik berbahan bakar diesel di wilayah yang masih terisolasi.

    "Pengembangan proyek ini merupakan bagian dari tiga kolaborasi strategis PLN Indonesia Power Group dalam ajang Electricity Connect 2026," jelasnya.

    Proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pembangkit listrik berbahan bakar diesel di wilayah yang masih terisolasi. Menurutnya, proyek tersebut berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik hingga sekitar Rp1.000 per kilowatt hour (kWh).

    "Besaran efisiensi tersebut akan bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi," jelasnya.

  3. 3. Pendanaan investasi proyek senilai Rp3,3 triliun

    Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

    Dari sisi pendanaan, investasi proyek senilai Rp3,3 triliun tersebut direncanakan mendapat dukungan pembiayaan dari konsorsium perbankan Korea dan Indonesia.

    PLN Indonesia Power juga menyebut proyek tersebut akan mendorong penggunaan produk dalam negeri, salah satunya melalui pemanfaatan panel surya produksi Trina Mas Agra Indonesia.

  4. 3. Perkuat bisnis MRO

    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

    Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan penguatan MRO tidak hanya ditujukan untuk menjaga keandalan aset pembangkitan, tetapi juga meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.

    "Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional," kata Bernadus.

    Pengembangan pusat MRO tersebut mencakup pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), alih teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

    PLN Indonesia Power menargetkan pengembangan kapabilitas MRO tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang layanan pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment ke pasar Asia Pasifik.

    Selain proyek energi surya, PLN Indonesia Power Group memperkuat bisnis Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) melalui dua kerja sama.

    Anak usaha PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), menggandeng PT ABB Sakti Industri untuk memperkuat layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More