Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hadapi Pemangkasan TKD, Pemprov Sulteng Pangkas Belanja Operasional

2 min read
Hadapi Pemangkasan TKD, Pemprov Sulteng Pangkas Belanja Operasional
Anggota DPR RI Anwar Hafid menyampaikan keterangan kepada sejumlah jurnalis saat menghadiri Lebaran Ketupat di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (9/5/2022). ANTARA/Moh Ridwan
  • Pemprov Sulawesi Tengah memangkas belanja operasional, termasuk perjalanan dinas serta makan-minum, untuk menghadapi pemangkasan transfer ke daerah dan menjaga program prioritas tetap berjalan.
  • Pemerintah provinsi juga mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah yang sebelumnya belum maksimal, sehingga PAD Sulawesi Tengah mencapai Rp2,9 triliun.
  • Dengan fiskal terbatas, pendidikan dan kesehatan dipilih sebagai prioritas pembangunan untuk memperkuat SDM serta menopang target Sulawesi Tengah menuju 2045 emas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan efisiensi anggaran untuk menghadapi pemangkasan transfer ke daerah (TKD). Efisiensi dilakukan dengan memangkas sejumlah belanja operasional agar program prioritas tetap berjalan.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, sejumlah pos belanja yang dikurangi antara lain biaya perjalanan dinas serta belanja makan dan minum operasional.

"Efisiensi itu benar-benar kita lakukan. Selama ini yang cukup membengkak, misalnya biaya operasional, perjalanan dinas kita kurangi, biaya makan minum operasional kita kurangi. Sehingga alhamdulillah dari situ kita bisa menghemat banyak biaya," kata Anwar dalam Ngobrol Seru by IDN Times.

  1. 1. Tambah pundi-pundi PAD

    Ilustrasi cadangan devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi cadangan devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

    Selain melakukan efisiensi, Pemprov Sulteng juga berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Anwar, sejumlah sumber PAD yang selama ini belum optimal terus dimaksimalkan.

    "PAD kita genjot. Sumber-sumber PAD kita yang selama ini belum maksimal, kita maksimalkan sehingga bisa menambah PAD kita sekarang Rp2,9 triliun," ujarnya.

  2. 2. Pendidikan dan kesehatan jadi prioritas

    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

    Anwar mengatakan, pemangkasan TKD membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan program yang akan dibiayai. Karena itu, pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama.

    "Kalau tidak dikurangi mungkin sembilan program Berani ini semua maksimal. Tapi karena dikurangi, maka kita mencari prioritas. Prioritas kita adalah pendidikan, kesehatan," katanya.

    Menurut Anwar, pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia Emas 2045.

    Dia menilai pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi perlu diiringi dengan pembangunan SDM. Tanpa penguatan SDM, target Indonesia Emas 2045 akan sulit dicapai.

  3. 3. Keuangan fiskal terbatas, daerah harus berani tentukan prioritas pembangunan

    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

    Anwar mengatakan, kondisi fiskal yang lebih terbatas membuat pemerintah daerah harus berani menentukan prioritas pembangunan. Dia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi fondasi pembangunan Sulteng dalam jangka panjang.

    "Saya tidak berharap untuk populer menjadi gubernur karena bisa membangun bangunan yang mercusuar dan sebagainya. Tapi saya berharap fondasi yang saya letakkan ini bisa mengantar Sulteng 2045 emas," katanya.

    Dia berharap fondasi tersebut dapat dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More