Comscore Tracker

Bantu Pelaku UKM, Google Gelontorkan Bantuan 2 Juta Dolar AS 

Sektor UKM dan pendidikan jadi perhatian Google

Jakarta, IDN Times - Google menggelontorkan dana sebesar 2 juta dolar AS untuk mendongkrak kapasitas pelaku UKM di Indonesia. Selain bantuan kepada UKM, program beasiswa dengan kuota sekitar puluhan ribu orang juga disiapkan oleh perusahaan yang bermarkas di Sillicon Valley, California ini.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, mengatakan pinjaman bagi pelaku UKM nantinya akan disalurkan kepada mitra keuangan mikro. Nantinya, dari mitra keuangan mikro tersebut mampu menyalurkan bantuan kepada pelaku UKM, khususnya di wilayah yang belum banyak memiliki akses layanan keuangan bagi pelaku UKM.

“Google berkomitmen untuk terus mendukung UKM, pencari kerja, dan pelajar Indonesia guna meningkatkan partisipasi mereka dalam ekonomi digital serta mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Randy Jusuf pada Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: 5 Alasan Google Pixel 6a Layak Jadi Daily Driver Utama 

1. Bantuan sebesar 2 juta dolar AS untuk pelaku UKM

Bantu Pelaku UKM, Google Gelontorkan Bantuan 2 Juta Dolar AS Pelaku UMKM memamerkan produknya di pameran UMKM Gayeng 2022 di Mal Paragon Semarang, 19--24 April 2022. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Google mengumumkan mitra keuangan mikro baru guna menyalurkan pinjaman senilai 2 juta dolar AS untuk pelaku UKM di berbagai wilayah yang kurang terlayani, serta memberikan beasiswa untuk melatih 10 ribu orang di Indonesia melalui program Google Career Certificate.

Program sertifikasi profesional ini, kata Randy, dirancang untuk pekerjaan tingkat pemula sebagai analis data (data analyst). Dalam program ini, peserta akan diajarkan cara mengumpulkan, mengubah, dan menyusun data untuk memberikan wawasan dan analisis baru kepada bisnis/perusahaan.

“Dengan tingkat pengangguran hampir mencapai 18 persen di antara penduduk Indonesia yang berusia 20 hingga 24 tahun, kami harap dengan memberikan kursus gratis dalam program Google Certificates di bidang data analytics, kami dapat membantu ribuan orang Indonesia menemukan pekerjaan yang bergaji cukup tinggi dalam ekonomi digital yang sedang berkembang pesat saat ini,” ujarnya.

2. Mitra keuangan mikro dilibatkan

Bantu Pelaku UKM, Google Gelontorkan Bantuan 2 Juta Dolar AS IDN Times/Dhana Kencana

Google juga menyampaikan informasi terbaru terkait Dana Ketahanan Usaha Kecil yang diluncurkan pada 2020 dengan bermitra bersama Kiva.

Dari total 10 juta dolar AS modal pinjaman yang dialokasikan untuk memberikan pinjaman bagi usaha kecil di seluruh Indonesia, tahap kedua sebesar 2 juta dolar AS akan disalurkan melalui mitra keuangan mikro Nusa Ummat Sejahtera (NUS).

Koperasi yang berbasis di Semarang ini melayani lebih dari 70 ribu usaha mikro dan kecil di pulau Jawa, dengan nilai pinjaman rata-rata sekitar 1.000 dolar AS.

"Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan Google dan KIVA. Kami berharap, kerja sama ini dapat terus berjalan sehingga membuka peluang yang lebih besar untuk mengoptimalkan potensi UMKM di Indonesia, baik dengan bantuan dana maupun pelatihan secara profesional," Direktur Utama dan Ketua Pengurus di KSPPS Nusa Ummat Sejahtera (NUS) Muhtarom.

3. Google gandeng Kemenkominfo

Bantu Pelaku UKM, Google Gelontorkan Bantuan 2 Juta Dolar AS Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan Program Literasi Digital Nasional bertajuk Indonesia Makin Cakap Digital di Basket Hall, Senayan, Jakarta, pada Kamis (20/5/2021). (Dok. Kominfo)

Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo, Eng Hary Budiarto, mengatakan Google akan memberikan setengah beasiswa tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung program Digital Talent Scholarship.

“Di tahun 2022 ini, Kominfo dengan sangat senang hati menyambut kembali tawaran kerja sama dari Google dalam pelaksanaan DTS yaitu program Profesional Academy - PROA (Android, Cloud dan Google Career Certificates), dan program FGA (Fresh Graduate Academy)," ucapnya.

Program FGA ini, lanjut Hary, bertujuan untuk mempersiapkan para lulusan yang belum atau tidak sedang bekerja agar memiliki kompetensi profesional dan juga para profesional yang ingin menambah skill, dan berkesempatan memiliki sertifikasi global serta dapat bersaing baik di industri dalam maupun luar negeri.

4. Google.org merupakan cabang filantropi Google

Bantu Pelaku UKM, Google Gelontorkan Bantuan 2 Juta Dolar AS Kantor Google. (Unsplash.com/pawel_czerwinski)

Di sektor pendidikan, Google.org yang merupakan cabang filantropi Google, telah mengumumkan hibah tambahan sebesar 500 ribu dolar AS kepada Bebras Indonesia untuk membantu memberikan pelatihan keterampilan computational thinking kepada lebih banyak guru.

Lembaga nonprofit di bidang pendidikan ini telah melatih 23.300 guru selama dua tahun terakhir, untuk membantu siswa agar dapat berpikir kritis ketika menghadapi masalah yang kompleks.

Membangun kapasitas tenaga pendidik adalah prioritas Google.org, yang membantu organisasi nonprofit membangun perubahan sistemik jangka panjang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital.

“Kami merasa senang dan terhormat dapat menerima hibah dari Google.org ini untuk membantu memberikan edukasi yang lebih berkelanjutan, dan secara terus-menerus di bidang computational thinking kepada para guru di Indonesia, terutama guru-guru informatika," kata Ketua Bebras Indonesia, Inggriani Liem.

5. Pelatihan kepada puluhan ribu guru sudah dilakukan

Bantu Pelaku UKM, Google Gelontorkan Bantuan 2 Juta Dolar AS Dedi Hendriyanto, guru SMPN 21 Batang Hari mengajarkan siswa dan guru cara membuat aplikasi pembelajaran. (Dok. IDN Times)

Inggriani menambahkan, Bebras Indonesia menjangkau lebih dari 22 ribu guru pada program bertajuk Gerakan PANDAI. Bebras terus menerima banyak dukungan dari sejumlah pihak termasuk dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Computational thinking merupakan aspek yang sangat mendasar dalam penerapan Kurikulum Merdeka, dan kami akan mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pendidikan yang lebih inklusif kepada semua guru dan murid,” ucapnya.

Baca Juga: Profil Larry Page, si Jenius Pendiri Google Terkaya ke-6 versi Forbes

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya