Comscore Tracker

Kena Sanski Barat, Industri Penerbangan Rusia Dilanda 'Kanibalisme'

Rusia klaim pesawat masih bisa terbang hingga 2025

Jakarta, IDN Times - Sejumlah maskapai penerbangan di Rusia termasuk milik negara yakni Aeroflot kini berupaya untuk melucuti onderdil milik pesawat jet untuk menggantikan suku cadang yang tidak dapat lagi mereka beli di luar negeri karena sanksi Barat.

Langkah-langkah tersebut sejalan dengan saran yang diberikan pemerintah Rusia pada bulan Juni lalu agar maskapai penerbangan menggunakan beberapa pesawat lainnya untuk memenuhi kebutuhan suku cadang guna memastikan pesawat buatan asing dapat terus terbang setidaknya hingga 2025.

Baca Juga: Rusia Jatuhkan Denda ke Google Sebesar Rp513 Miliar, Kenapa?

1. Sektor penerbangan Rusia terdampak dengan adanya sanksi dari Barat

Kena Sanski Barat, Industri Penerbangan Rusia Dilanda 'Kanibalisme'Oposisi Rusia Alexei Navalny dibawa ke Jerman dengan pesawat ambulans (ANTARA FOTO/REUTERS/Vadim Nezdatny)

Sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah mengirim pasukannya ke Ukraina pada akhir Februari telah mencegah maskapai penerbangannya mendapatkan suku cadang atau menjalani perawatan di wilayah Barat.

Sejumlah pakar penerbangan sebelumnya sudah memprediksikan bahwa maskapai Rusia kemungkinan akan mulai mengambil suku cadang dari pesawat jet mereka agar tetap layak terbang.

Baca Juga: AS Beri Sanksi Perusahaan Teknologi Rusia di Skolkovo

2. Kementerian Transportasi dan Aeroflot Rusia memilih bungkam

Kena Sanski Barat, Industri Penerbangan Rusia Dilanda 'Kanibalisme'Pesawat jet tempur generasi kelima Su-75 Skakmat buatan Rusia. twitter.com/VinodDX9

Kementerian Transportasi dan Aeroflot Rusia tidak menjawab permintaan komentar dari Reuters. Sebagian besar armada pesawat di Rusia terdiri dari jet penumpang dari yang dibuat di negara-negara Barat.

"Suku cadang diambil dari beberapa maskapi Boeing 737 dan Airbus A320 milik Aeroflot. Dikarenakan operator membutuhkan lebih banyak suku cadang dari model tersebut untuk memenuhi kebutuhan Boeing 737 dan Airbus A320 lainnya," kata sumber yang menolak untuk disebutkan namanya seperti dikutip dari Independent.ie, pada Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Lawan Arus, Bank Sentral Rusia Justru Pangkas Suku Bunga

3. Rusia susah payah penuhi suku cadang pesawat

Kena Sanski Barat, Industri Penerbangan Rusia Dilanda 'Kanibalisme'Pesawat Rusia terbang di atas Kremlin (boston.com)

Sanksi dari Barat benar-benar membuat Rusia harus memutar otak. Terlebih, jet generasi baru seperti A320neo, A350 dan Boeing 737 MAX dan 787 memiliki teknologi yang harus terus diperbarui.

Dalam satu tahun sejak sanksi mulai berlaku, pemenuhan suku cadang pesawat akan menjadi tantangan besar bagi Rusia yang ingin terus menjaga agar sejumlah jet modern tetap beroperasi.

Adapun, praktik melepas suku cadang dan dipakai ke pesawat lain agar tetap terbang sehingga pesawat yang dilepas suku cadangnya menjadi "Pohon Natal" atau “Christmas trees”.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya