Comscore Tracker

Rupiah Tekuk Dolar AS di Penutupan, Menguat ke Level Rp14.876

Rupiah ditutup menguat 12 poin sore ini

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs mata uang Garuda menguat atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal pekan pada Senin (8/8/2022).

Seperti dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 12 poin ke level Rp14.876 per dolar AS pada perdagangan sore ini. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp14.894. 

Baca Juga: Rupiah Perkasa vs Dolar AS di Awal Pekan, Menguat ke Level Rp14.894

1. Investor pantau pergerakan suku bunga The Fed

Rupiah Tekuk Dolar AS di Penutupan, Menguat ke Level Rp14.876Ilustrasi Dollar dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap mata uang lainnya sejak pertengahan Juni pada Senin (8/8/2022) didukung oleh hasil treasury AS yang lebih tinggi setelah data pekerjaan blockbuster AS mengangkat ekspektasi untuk pengetatan kebijakan Federal Reserve yang lebih agresif.

"Pedagang saat ini melihat probabilitas sebesar 73,5 persen jika The Fed melanjutkan laju kenaikan suku bunga 75 basis poin untuk keputusan kebijakan berikutnya pada 21 September mendatang, dari sekitar 41 persen sebelum data penggajian yang kuat secara mengejutkan pada Jumat pekan lalu menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan upah akan memicu tekanan inflasi," ujar Ibrahim pada Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Comeback, Rupiah Tekuk Dolar AS di Akhir Pekan

2. Pasar pantau cadangan devisa Indonesia

Rupiah Tekuk Dolar AS di Penutupan, Menguat ke Level Rp14.876Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Dikatakan Ibrahim, pasar terus memantau perkembangan cadangan devisa Indonesia yang mengalami penurunan walaupun pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2022 melampau ekspektasi yaitu di 5,44 persen. Penguatan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2022 tidak diikuti oleh gerak langkah cadangan devisa. Namun, turunnya cadangan devisa mata uang rupiah tetap menguat.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 sebesar 132,2 miliar dolar AS. Berkurang 4,2 miliar dolar AS atau turun 3,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," katanya. 

Baca Juga: Tekan Inflasi, Reserve Bank of India Kerek Suku Bunga Jadi 5,4 Persen

3. Proyeksi rupiah esok hari

Rupiah Tekuk Dolar AS di Penutupan, Menguat ke Level Rp14.876ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ke depan, kata Ibrahim, banyak pengamat yang memprediksi, cadangan devisa akan berada di kisaran 130 miliar dolar AS hingga 131 miliar dolar AS di akhir tahun ini. Perkiraan ini karena dari sisi neraca perdagangan Indonesia yang diperkirakan masih surplus sehingga bisa menahan penurunan cadangan devisa lebih dalam lagi.

Selain itu, posisi cadangan devisa pada Agustus ini juga diperkirakan akan kembali menurun di kisaran 131 miliar dolar AS. Hal ini karena neraca perdagangan Indonesia berpotensi lebih kecil, sementara outflow masih akan terus berlanjut. Penyebabnya adalah The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya lagi.

"Pada penutupan pasar sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 18 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 35 poin di level Rp14.876 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.894. Sedangkan, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatuf namun ditutup menguat di rentang Rp14.850 sampai dengan Rp14.900," kata Ibrahim.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya