Harga gandum dunia kembali menjadi perhatian pasar setelah konflik Rusia dan Ukraina mengganggu pengiriman biji-bijian dari kawasan Laut Hitam. Pada awal Oktober 2026, harga kontrak berjangka gandum Amerika Serikat (AS) kembali menguat setelah sempat menyentuh level terendah dalam enam minggu. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga gandum tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada kelancaran perdagangan global.
Gandum merupakan bahan pangan penting yang digunakan untuk membuat roti, mi, pasta, dan berbagai produk lainnya. Ketika pasokannya terganggu, negara yang mengandalkan impor bisa menghadapi biaya pengadaan yang lebih tinggi. Berikut beberapa hal yang bisa membuat harga gandum makin mahal pada 2026.
