Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Emas Anjlok Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Anjlok Jelang Akhir Pekan
Ilustrasi Emas Mulia (IDN Times/Arief Rahmat)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Harga emas produksi PT Aneka Tambang atau Antam stagnan menyambut awal pekan. Pantauan IDN Times dari logammulia.com, Jumat (26/2/2021), harga emas turun Rp12 ribu menjadi Rp922 ribu per gram.

Sementara, harga jual kembali atau buyback juga mengalami penurunan yang cukup tinggi, yakni menjadi Rp802 ribu per gram atau turun Rp12 ribu per gram.

1. Harga emas batangan Antam dalam pecahan lain

Ilustrasi emas batangan. IDN Times/Arief Rahmat
Ilustrasi emas batangan. IDN Times/Arief Rahmat

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lain per hari ini:

Harga emas 0,5 gram: Rp511 ribu

Harga emas 1 gram: Rp922 ribu

Harga emas 2 gram: Rp1,784 juta

Harga emas 3 gram: Rp2,651 juta

Harga emas 5 gram: Rp4,385 juta

Harga emas 10 gram: Rp8,715 juta

Harga emas 25 gram: Rp21,662 juta

Harga emas 50 gram: Rp44l3,245 juta

Harga emas 100 gram: Rp86,412 juta

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas merupakan aset aman untuk berinvestasi

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Emas bisa menjadi cara yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena emas merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilainya juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Itu berarti di saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas, bisa bernapas lega karena tidak semua asetnya melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 persen sampai 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas atau emas.

3. Tentukan dulu tujuan investasimu sebelum membeli emas

Ilustrasi menabung. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi menabung. (IDN Times/Sukma Shakti)

Berinvestasi pada emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman. Sebab, risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu bisa merugi.

Sebaliknya, jika kamu berinvestasi untuk jangka panjang, emas jadi instrumen yang cocok. Sebab, kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana

Related Articles

See More

5 Komoditas yang Memiliki Pengaruh Besar dalam Geopolitik Global

28 Jun 2026, 11:05 WIBBusiness