Harga emas kembali mendapat tekanan setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang sangat tinggi. Pada 24 September 2026, harga spot gold berada di sekitar 4.282 dolar Amerika Serikat (AS) per ons setelah pasar memprediksi bahwa The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan terhadap aset safe haven, tetapi juga oleh kebijakan moneter dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Kenaikan harga minyak dan data ekonomi AS yang kuat menjadi perhatian utama investor dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi, sedangkan aktivitas ekonomi yang kuat dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Lantas, apa yang sebenarnya sedang terjadi pada harga emas?
