Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback juga turun dengan nominal yang sama, sehingga dibanderol Rp2,391 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Harga Emas Antam Turun Rp14 Ribu, Dibanderol Rp2,581 Juta per Gram

Harga emas Antam pada Kamis, 1 Oktober 2026, turun Rp14 ribu menjadi Rp2,581 juta per gram; harga buyback juga turun menjadi Rp2,391 juta per gram.
Penjualan kembali emas batangan ke Antam di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Emas dinilai berguna untuk diversifikasi portofolio dan kerap dipilih investor konservatif, tetapi kurang cocok untuk investasi jangka pendek karena terdapat selisih harga jual serta beli.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Kamis (1/10/2026) turun Rp14 ribu per gram, sehingga dibanderol Rp2,581 juta per gram.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Daftar rincian harga emas batangan
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1,340,5 juta
- Harga emas 1 gram: Rp2,58 juta
- Harga emas 2 gram: Rp5,102 juta
- Harga emas 3 gram: Rp7,628 juta
- Harga emas 5 gram: Rp12,68 juta
- Harga emas 10 gram: Rp25,305 juta
- Harga emas 25 gram: Rp63,137 juta
- Harga emas 50 gram: Rp126,195 juta
- Harga emas 100 gram: Rp252,31 juta
- Harga emas 250 gram: Rp630,51 juta
- Harga emas 500 gram: Rp1,26 miliar
- Harga emas 1.000 gram: Rp2,521 miliar.
2. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Investasi emas sering digunakan untuk investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















