Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Pertamax Naik, Ini Perbandingannya dengan Negara ASEAN

Harga Pertamax Naik, Ini Perbandingannya dengan Negara ASEAN
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Harga Pertamax di Indonesia per Juni 2026 tercatat Rp16.250 per liter, masih lebih rendah dibanding Singapura, Thailand, dan Filipina, namun lebih tinggi dari Vietnam dan Malaysia bersubsidi.
  • Mahasiswa UI berencana menggelar aksi di Bundaran HI menuntut penurunan harga BBM serta menyoroti pemborosan APBN dan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dilakukan sesuai mekanisme pasar oleh badan usaha penyedia BBM dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi terkini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di Indonesia tercatat masih berada di bawah harga bensin dengan nilai oktan setara di sejumlah negara Asia Tenggara. Per Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) di Indonesia dibanderol Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) dijual Rp17.000 per liter.

Bagaimana dengan di negara-negara tetangga? Berikut perbandingan harganya dikumpulkan dari berbagai sumber!

1. Perbandingan harga BBM di Indonesia dan negara-negara ASEAN

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Di Singapura, harga BBM RON 92 berada di kisaran 3,39-3,43 dolar AS per liter atau setara Rp61.020-Rp61.740 per liter. Harga tersebut berlaku di sejumlah jaringan SPBU seperti SPC, Esso, dan Caltex.

Sementara di Thailand, harga Gasohol 91 dijual 42,73-43,23 baht per liter atau sekitar Rp23.302 per liter. Kemudian Gasohol 95 dipasarkan pada rentang 43,10-43,60 baht per liter atau sekitar Rp23.503-Rp23.776 per liter.

Malaysia menjadi salah satu negara dengan harga bensin lebih rendah. RON 95 bersubsidi dijual 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp8.801. Sementara harga RON 95 tanpa subsidi mencapai 3,72 ringgit per liter atau sekitar Rp16.452 per liter.

Di Filipina, harga bensin Unleaded 91 berada pada kisaran 79,89-86,74 peso per liter atau setara Rp23.408-Rp25.415. Sementara Premium 95 dijual 86,39-91,74 peso per liter atau sekitar Rp25.313-Rp26.880 per liter.

Harga bensin RON 92 di Vietnam tercatat 21.330 dong Vietnam per liter atau sekitar Rp14.575. Sementara di Myanmar, harga RON 92 mencapai 4.345 kyat per liter atau setara Rp37.149.

Di Kamboja, bensin RON 92 dipasarkan seharga 4.700 riel per liter atau sekitar Rp21.014. Sedangkan di Laos, harga bensin tercatat 38.940 kip per liter atau setara Rp31.840.

2. Mahasiswa demo tuntut turunkan harga BBM

Tampak antrean kendaraan di SPBU Sekayu Muba.
Tampak antrean kendaraan di SPBU Sekayu Muba. (IDN Times/Yuliani)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas di Universitas Indonesia (UI) akan menggelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). Mereka berencama berkumpul dan Salat Jumat di Bundaran HI.

Ketua BEM FH UI, Dimas Rumi Chattaristo mengatakan, terdapat lima tuntutan yang akan disuarakan;

  1. Setop pmborosan APBN
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
  3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
  4. Hentikan militerisme di ranah sipil
  5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

3. Kenaikan harga Pertamax menyesuaikan kondisi pasar

20260611_200420(1).jpg
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, dalam hal ini Pertamax dan Pertamax Green.

Menurut dia, penyesuaian harga dilakukan oleh badan usaha penyedia BBM, baik Pertamina maupun perusahaan swasta, dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang berlaku.

"Harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada sudah tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha baik pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More