Karier profesionalnya dimulai sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada 2000–2003. Setelah itu, Destry kembali ke dunia akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi UI pada 2005–2006.
Komisi XI Belum Tahu Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

Jakarta, IDN Times – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Haekal mengaku belum memperoleh informasi mengenai alasan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Perry dalam menjaga stabilitas moneter selama menjabat.
"Saya belum terinfo alasan pengunduran diri Pak Gubernur BI. Tapi tentu kita apresiasi jasa beliau selama ini dalam menjaga stabilitas moneter RI," ujar Haekal, Senin (27/7/2026).
1. Pastikan proses transisi kepemimpinan di BI berjalan lancar
Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah memastikan proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia berjalan lancar sehingga peran bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan tetap terjaga.
"Yang penting sekarang dalam proses pergantian Gubernur BI, peran BI dalam menjaga stabilitas kurs dan nilai rupiah juga harus terjaga," katanya.
2. Penunjukkan Destry Damayanti dipastikan sesuai ketentuan
Haekal menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Penjabat Sementara (PjS.) Gubernur BI telah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Ia pun optimistis Destry mampu menjalankan amanah tersebut.
"Penunjukan Ibu Destry sebagai Gubernur BI sementara sudah sesuai UU BI dan saya yakin beliau mampu mengemban tugas tersebut serta meyakinkan seluruh pelaku industri bahwa BI dapat melaksanakan tugasnya dengan baik," ucapnya.
Sebelumnya, Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sesuai mekanisme yang berlaku, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI hingga proses penetapan gubernur definitif dilakukan.
3. Profil Destry Damayanti

Destry Damayanti merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Di sektor swasta, Destry pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015. Pada 2014–2015, Destry juga memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Di sektor pengawasan sistem keuangan, Destry menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam penguatan stabilitas sistem keuangan serta pengembangan kebijakan penjaminan simpanan.
Kariernya di bank sentral dimulai setelah diangkat Presiden RI sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 untuk masa jabatan 2019–2024. Setelah masa jabatan tersebut berakhir, Destry kembali dipercaya mengemban jabatan Deputi Gubernur Senior BI untuk periode kedua yang dimulai pada Mei 2024.













