Perry Mundur dari Gubernur BI, IHSG Melemah di Sesi I

Jakarta, IDN Times - Pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) direspons negatif oleh pasar hari ini, Senin (27/7/2026).
Pagi tadi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pad alevel 6.185,8. Kemudian, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 22,49 poin atau 0,36 persen ke level 6.173,94.
Level tertinggi IHSG pagi ini ialah 6.219,42, dan level terendahnya 6.144,27. Investor membukukan transaksi sebesar Rp7,08 triliun, dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 16,07 miliar lembar saham, dan frekuensi sebanyak 1,14 juta kali. Selain itu, ada 311 saham yang menguat, 332 saham melemah, dan 322 saham stagnan alias tidak mengalami perubahan.
1. Pasar tak menyukai ketidakpastian
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, pasar tak menyukai adanya ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan bank sentral.
“Bukan karena fundamental ekonomi Indonesia berubah secara tiba-tiba, melainkan karena pasar keuangan pada dasarnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama ketika terjadi pergantian kepemimpinan di bank sentral yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah suku bunga, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan,” kata Hendra dalam keterangannya.
2. Pasar masih hadapi sentimen negatif dari eksternal
Hendra mengatakan, sebelum ada pemberitaan itu, pasar modal dalam negeri masih menghadapi sentimen negatif dari eksternal.
“Sentimen tersebut muncul di tengah kondisi global yang juga masih penuh tantangan, mulai dari menjelang keputusan suku bunga The Fed (FOMC), tingginya volatilitas pasar global, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see,” ucap Hendra.
Meski begitu, menurutnya, terdapat sentimen positif yang berpotensi membatasi tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati level 100 dolar AS per barel kini terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran 87 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak ini dapat meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral, serta menurunkan risiko kenaikan biaya energi bagi dunia usaha.
“Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, pelemahan harga minyak juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap inflasi domestik, neraca perdagangan, dan stabilitas nilai tukar rupiah,” tutur Hendra.
3. Prediksi pergerakan IHSG hari ini
Untuk perdagangan hari ini, Hendra memprediksi IHSG bergerak di kisaran support di level 6.060, dan resistance di level 6.300.
“Selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi diperkirakan masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen pasar,” ucap Hendra.
Namun, apabila level tersebut ditembus disertai meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, maka peluang pelemahan yang lebih dalam akan semakin terbuka.
“Sebaliknya, sentimen positif dari terkoreksinya harga minyak dunia berpotensi membantu meredam tekanan jual sehingga pelemahan IHSG diperkirakan tidak akan terlalu dalam,” ujar Hendra.















