Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hashim Ceritakan Awal Mula MBG di Hadapan Peraih Nobel Ekonomi

3 min read
Hashim Ceritakan Awal Mula MBG di Hadapan Peraih Nobel Ekonomi
Board of Advisors Prasasti sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Hashim Djojohadikusumo menjelaskan latar belakang Program Makan Bergizi Gratis kepada James A. Robinson dalam forum di Jakarta.

  • Gagasan program berawal dari kekhawatiran Prabowo terhadap stunting, gizi, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

  • Hashim mengaitkan program tersebut dengan pengalaman mendapat makanan gratis di Inggris serta program serupa di lebih dari 100 negara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hashim Djojohadikusumo memaparkan latar belakang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peraih Nobel Ekonomi 2024, Prof. James A. Robinson, dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Dia menjelaskan, gagasan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut berawal dari kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan dan gizi anak-anak Indonesia.

Adik Prabowo itu mengatakan, gagasan itu bermula ketika Prabowo memanggilnya ke kantor saat dia sedang berada di Indonesia untuk menjenguk ibu mereka yang sakit. Kala itu, Hashim masih tinggal di Eropa.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pendidikan dan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah angka stunting atau tengkes yang saat itu disebut mencapai 30 persen pada anak-anak Indonesia.

"Saat itu saya tidak tahu apa itu stunting. Anda tahu, saya seorang pengusaha, saya suka membaca tetapi saya pebisnis, jadi saya tidak tahu apa itu stunting. Beliau (Presiden Prabowo) meluangkan waktu sekitar setengah hingga 1 jam untuk menjelaskan apa itu stunting," kata Hashim dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menurut penjelasan yang diterimanya, persoalan gizi tidak selalu berarti anak-anak mengalami kelaparan. Mereka bisa saja makan setiap hari, tetapi asupan yang dikonsumsi tidak memiliki kandungan gizi yang cukup. Pola makan anak-anak saat itu didominasi nasi, dengan sedikit garam atau lauk seadanya.

  1. 1. Kekhawatiran Prabowo terhadap Kualitas SDM Indonesia

    7b4310cd-c0e0-4ef1-a775-ca5c9694e1fc.jpeg
    Presiden Indonesia Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman)

    Hashim melanjutkan, kekhawatiran Prabowo terhadap stunting juga berkaitan dengan dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) ketika anak-anak tersebut tumbuh dewasa.

    Berdasarkan informasi yang disampaikan Prabowo kepadanya saat itu, anak-anak yang mengalami stunting dan membawa dampaknya hingga dewasa memiliki rata-rata IQ sebesar 72.

    Dengan angka stunting yang disebut mencapai 30 persen pada 2006, Prabowo khawatir kondisi tersebut akan memengaruhi kualitas tenaga kerja Indonesia pada masa mendatang. Menurut Hashim, persoalan ini juga berkaitan dengan bagaimana Indonesia memanfaatkan bonus demografi.

    "Masalahnya adalah mereka tidak akan menjadi aset. Orang-orang sering bicara tentang bonus demografi, tetapi mereka justru akan menjadi beban/liabilitas," ujar Board of Advisors Prasasti itu.

    Sebaliknya, kelompok masyarakat lain harus menanggung kebutuhan program khusus untuk membantu mereka. Karena itu, persoalan stunting menjadi salah satu masalah yang ingin diatasi melalui program pemenuhan gizi.

  2. 2. Pengalaman Hashim mendapat makanan gratis di Inggris

    20261013_120712.jpg
    Board of Advisors Prasasti sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Hashim mengatakan, persoalan yang mereka lihat pada 2006-2007 kemudian menjadi salah satu dasar penyusunan program makanan gratis. Dia juga mengaitkan gagasan tersebut dengan pengalaman pribadinya saat bersekolah di Inggris pada 1960-an.

    Dia bercerita, dirinya bersekolah di Quintin Grammar School, London, sebuah sekolah pemerintah. Selama dua tahun bersekolah di sana, Hashim mendapatkan makanan gratis setiap hari.

    "Saya mendapatkan makanan gratis setiap hari. Itu adalah program Partai Buruh (Labour Party) yang dimulai tahun 50-an dan berlanjut di tahun 60-an. Saya dapat makanan gratis setiap hari selama dua tahun menjadi murid di sana," tuturnya.

  3. 3. Hashim sebut lebih dari 100 negara punya program makanan gratis

    Ilustrasi anak membuka bekal makanan sekolah (pexels.com/Yan Krukau)
    Ilustrasi anak membuka bekal makanan sekolah (pexels.com/Yan Krukau)

    Hashim menegaskan, program makanan gratis bukanlah konsep baru. Dia menyebut, lebih dari 100 negara telah memulai dan menjalankan program serupa.

    "Dan kalau Anda heran dengan semua kritik yang kita terima di media sosial, ini bukanlah sesuatu yang diciptakan begitu saja tanpa dasar. Ini adalah program yang sebenarnya didasarkan pada preseden program-program sebelumnya yang sangat sukses," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More