Hashim Ungkap Rencana Pemerintah Beri HP ke Warga buat Salurkan Bansos

Pemerintah merencanakan pemberian ponsel dengan akun digital kepada warga untuk mendukung akses keuangan digital.
Biaya pembukaan rekening yang disebut sebesar Rp50 ribu akan digratiskan bagi masyarakat.
Penyaluran bansos tunai direncanakan beralih ke rekening penerima yang dapat diakses melalui ponsel.
Jakarta, IDN Times - Board of Advisors Prasasti sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengungkap rencana pemerintah memberikan telepon seluler atau handphone (HP) kepada masyarakat.
Ponsel tersebut akan dilengkapi akun bank untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Rencana itu disampaikan Hashim saat menjelaskan upaya pemerintah memperluas akses keuangan digital.
"Setiap warga negara akan diberi ponsel dengan akun digital, semua dana akan ada di sana, akan dikirim ke rekening individu mereka masing-masing," kata Hashim dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
1. Pembukaan rekening untuk masyarakat akan digratiskan

ilustrasi kartu rekening (unsplash.com/CardMapr.nl) Hashim mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk menggratiskan biaya pembukaan rekening yang disebutnya sebesar Rp50 ribu. Dengan kebijakan tersebut, setiap warga negara Indonesia direncanakan memiliki rekening untuk mengakses layanan keuangan.
"Pemerintah telah membuat, mengumumkan, telah membuat keputusan untuk membebaskan biaya, biaya Rp50 ribu untuk membuka rekening akan digratiskan, dan setiap warga negara di Indonesia akan diberi rekening," ujar dia.
2. Bansos direncanakan disalurkan melalui ponsel

ilustrasi pembagian bansos (IDN Times/Aditya Pratama) Hashim menjelaskan, pemerintah ingin mengubah mekanisme penyaluran bansos tunai. Nantinya, bantuan tersebut tidak lagi diberikan dalam bentuk uang fisik, tetapi dikirim langsung ke rekening masing-masing penerima yang dapat diakses lewat ponsel.
Rencana itu mencakup bantuan tunai yang selama ini diberikan pemerintah kepada keluarga yang membutuhkan. Untuk mendukung mekanisme tersebut, setiap warga direncanakan memiliki akun digital sebagai saluran penerimaan dana bantuan.
"Semua bantuan tunai tidak akan lagi dalam bentuk uang tunai, melainkan akan dikirim oleh Pak Juda (Wakil Menteri Keuangan) dan Kementerian Keuangan secara langsung kepada masyarakat melalui ponsel mereka," tuturnya.
3. Pembukaan rekening warga di atas 17 tahun dimulai kuartal IV

Ilustrasi memisahkan rekening pribadi (pexels.com/Kindel Media) Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening bagi warga negara yang berusia di atas 17 tahun pada kuartal IV-2026. Sasaran program tersebut akan diarahkan pada masyarakat yang masuk desil 1 hingga desil 4.
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut menjadi salah satu yang dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi tadi dibahas program untuk di kuartal keempat, antara lain pembukaan rekening kepada warga negara yang di atas 17 tahun dan diarahkan pada desil sampai dengan desil 4," kata Airlangga kepada jurnalis usai ratas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).




















