Comscore Tracker

Bisakah Work from Bali Dongkrak Ekonomi Bali?

Ekonomi Bali minus 9,85 persen pada kuartal I 2021

Jakarta, IDN Times - Ekonomi Bali sangat terpukul dengan adanya pandemik COVID-19. Pada kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat minus 9,85 persen. Berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah untuk mendongkrak ekonomi Pulau Dewata ini, salah satunya dengan Work From Bali.

Dengan kebijakan Work from Bali, pemerintah akan mewajibkan 25 persen aparatur sipil negara (ASN) di tujuh kementerian/lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk bekerja dari Bali.

Menurut CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, kebijakan ini tidak hanya bisa dilihat dari perspektif pemulihan ekonomi. Lebih jauh, kebijakan Work from Bali juga menyoal bagaimana upaya lokasi pariwisata dapat tetap hidup dalam situasi COVID-19.

"Diharapkan kebijakan ini berjalan dengan baik dan dapat diadaptasi di berbagai lokasi pariwisata lainnya di Indonesia untuk kembali berjalan normal dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai standar baru pelayanan pariwisata,” kata CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Lantas, bisakah kebijakan Work From Bali mendongkrak perekonomian?

Baca Juga: Sandiaga Klaim Sudah Banyak PNS dan BUMN yang Work From Bali

1. Mendorong tumbuhnya keyakinan warga dunia terhadap Bali

Bisakah Work from Bali Dongkrak Ekonomi Bali?Suasana pantai di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Johanna mengatakan Work from Bali diharapkan mendorong tumbuhnya keyakinan dan kepercayaan bagi warga dunia bahwa Bali sudah aman untuk dikunjungi. Secara psikologis, dengan pemerintah yang berani menempatkan ASN kementerian untuk bekerja dari Bali akan semakin memperlihatkan pariwisata di Pulau Dewata sudah sudah siap.

"Ini juga menunjukkan Bali sudah terbiasa dan disiplin menjalankan protokol kesehatan saat melayani para wisatawan sehingga menguatkan citra positif Bali baik di mata wisatawan lokal maupun mancanegara," katanya.

2. Bisa memacu kinerja ASN

Bisakah Work from Bali Dongkrak Ekonomi Bali?IDN Times/Imam Rosidin

Sementara itu, Partner dan Head of Assurance Grant Thornton Indonesia, Hanny Prasetyo mengatakan Work from Bali jika dilakukan secara tepat juga mampu meningkatkan produktivitas ASN. Menurutnya, banyak hal-hal yang biasanya cukup membuat stres di Jakarta tidak ditemui di Bali, misalnya kemacetan dan polusi udara. Selain itu Bali menawarkan kemudahan akses ke tempat terbuka seperti pantai selepas bekerja.

"Namun tentu hal-hal positif ini harus disertai dengan disiplin diri dan pemahaman bahwa program ini bukanlah liburan namun kesempatan untuk bekerja dengan suasana berbeda dan menghasilkan produktivitas lebih baik sambil membantu perekonomian Bali yang kita cintai,” paparnya.

Baca Juga: Work from Bali Dinilai Bisa Kembalikan Keyakinan Publik Berkunjung

3. Pemerintah Bali sambut baik kebijakan Work From Bali

Bisakah Work from Bali Dongkrak Ekonomi Bali?IDN Times/Irma Yudistirani

Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik program Work from Bali yang didukung Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves). Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan berharap dengan hadirnya program Work from Bali, perekonomian Bali bisa bangkit lagi.

“Saya kira ini adalah sebagai salah satu di dalam kita survival sebetulnya. Kalau memulihkan itu cukup berat karena pandemi COVID ini memang membatasi orang-orang untuk bepergian ya. Pesawat-pesawat juga parkir semua sehingga untuk memulihkan 17,5 juta wisatawan yang ke Bali, tentu pekerjaan yang sangat berat,” kata Putu Astawa pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Baca Juga: Jokowi: Tunjukkan pada Dunia, Bali Destinasi Wisata yang Aman 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya