ilustrasi energi bersih terbarukan Pertamina (dok. Pertamina)
HSBC melihat permintaan global terhadap teknologi rendah karbon akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, China menyumbang sekitar 47 persen ekspor teknologi bersih dunia dan menguasai dua pertiga ekspor panel surya serta baterai global.
Di sisi lain, penjualan kendaraan listrik global diperkirakan mencapai 26 juta unit pada 2026. Konsumsi listrik pusat data global juga diproyeksikan melonjak hampir dua kali lipat menjadi 945 TWh pada 2030.
Global Head of Sustainable Finance and Transition HSBC, Natalie Blyth mengatakan, perusahaan rendah karbon asal China kini menjadi pemain penting dalam ekosistem transisi energi global.
“China merupakan rumah bagi sejumlah perusahaan rendah karbon paling dinamis di dunia. Perusahaan-perusahaan ini menetapkan tolok ukur baru dalam manufaktur kelas atas, sekaligus memainkan peran penting dalam mentransformasi ekosistem transisi energi,” ujar Natalie.
Menurut dia, ekspansi internasional perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan global yang kuat.
“Fasilitas kredit ini dirancang untuk menyediakan dukungan tersebut dan tidak ada bank selain HSBC yang mampu membantu nasabah untuk menemukan, mengakses, dan menavigasi peluang pertumbuhan di seluruh ekosistem global,” ucap Natalie