Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dine In vs Take Away, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dine In vs Take Away, Mana yang Lebih Menguntungkan?
ilustrasi pria makan di tempat (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Dine in cenderung menghasilkan nilai transaksi lebih tinggi karena pelanggan sering menambah pesanan dan menikmati suasana tempat yang nyaman.

  • Take away menawarkan biaya operasional lebih rendah serta perputaran pelanggan lebih cepat, cocok untuk lokasi dengan mobilitas tinggi.

  • Banyak bisnis kuliner kini menggabungkan konsep dine in dan take away agar pendapatan lebih stabil dan pasar semakin luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam bisnis kuliner modern, pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan cara menikmati makanan yang mereka beli. Sebagian memilih makan langsung di tempat atau dine in, sementara sebagian lainnya lebih menyukai konsep take away karena dianggap lebih praktis dan hemat waktu.

Menariknya, kedua model ini ternyata memiliki dampak yang berbeda terhadap operasional dan keuntungan sebuah bisnis. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai mempertimbangkan komposisi pelanggan dine in dan take away sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.

1. Dine in biasanya menghasilkan nilai transaksi lebih besar

ilustrasi coffee shop
ilustrasi coffee shop (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Pelanggan yang makan di tempat cenderung melakukan pembelian tambahan selama berada di restoran atau kafe. Minuman tambahan, dessert, hingga menu pelengkap sering kali masuk ke dalam pesanan yang awalnya sederhana.

Selain itu, suasana tempat yang nyaman juga dapat mendorong pelanggan menghabiskan waktu lebih lama dan melakukan pembelian lebih banyak. Karena alasan tersebut, rata-rata transaksi pelanggan dine in sering kali lebih tinggi dibanding pelanggan take away.

2. Take away memiliki biaya operasional yang lebih rendah

ilustrasi bisnis coffee shop
ilustrasi bisnis coffee shop (pexels.com/Sanket Sawale)

Di sisi lain, pelanggan take away biasanya membutuhkan lebih sedikit fasilitas dibanding pelanggan dine in. Bisnis tidak perlu menyediakan area duduk yang luas, pendingin ruangan besar, atau biaya kebersihan yang tinggi untuk melayani mereka.

Hal ini membuat model bisnis yang berfokus pada take away sering memiliki struktur biaya operasional yang lebih ringan. Tidak sedikit gerai kopi modern yang sengaja menggunakan konsep kecil karena sebagian besar penjualannya berasal dari pelanggan bawa pulang.

3. Dine in membutuhkan investasi tempat yang lebih besar

ilustrasi bisnis fnb
ilustrasi bisnis fnb (pexels.com/Sandro Sandrone Lazarini)

Bisnis yang mengandalkan dine in biasanya harus memperhatikan desain interior, kenyamanan kursi, pencahayaan, hingga pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Semua elemen tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Namun jika berhasil dilakukan dengan baik, pengalaman tersebut dapat menjadi pembeda yang sulit ditiru oleh kompetitor. Banyak pelanggan rela membayar lebih mahal bukan hanya karena makanannya, tetapi juga karena suasana yang ditawarkan.

4. Take away memungkinkan perputaran pelanggan lebih cepat

ilustrasi bisnis franchise
ilustrasi bisnis franchise (pexels.com/James Frid)

Pelanggan take away umumnya hanya datang untuk memesan, menunggu beberapa menit, lalu meninggalkan lokasi. Kondisi ini memungkinkan bisnis melayani lebih banyak transaksi dalam waktu yang sama.

Bagi usaha dengan lokasi terbatas atau berada di area dengan mobilitas tinggi seperti perkantoran dan stasiun, model ini sering kali menjadi pilihan yang cukup efektif. Volume transaksi yang tinggi dapat membantu meningkatkan pendapatan meski nilai transaksi per pelanggan lebih kecil.

5. Banyak bisnis sukses menggabungkan keduanya

ilustrasi bisnis donat
ilustrasi bisnis donat (pexels.com/Lando Dong)

Saat ini semakin banyak bisnis kuliner yang tidak memilih salah satu secara mutlak. Mereka menyediakan area dine in yang nyaman sekaligus melayani take away dan layanan pesan antar untuk memperluas pasar.

Pendekatan seperti ini membantu bisnis memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam. Ketika kunjungan pelanggan ke tempat menurun, penjualan dari take away dan delivery masih dapat membantu menjaga arus kas usaha.

Dine in dan take away ternyata memiliki keunggulan serta tantangan masing-masing. Dine in sering memberikan nilai transaksi yang lebih besar, sementara take away menawarkan efisiensi operasional yang lebih baik.

Pada akhirnya, pilihan yang paling menguntungkan sangat bergantung pada konsep bisnis, lokasi usaha, dan karakter pelanggan yang ingin dilayani. Bagi banyak bisnis kuliner modern, kombinasi keduanya justru menjadi strategi yang paling ideal untuk bertahan dan berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More