Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saham Naik, Kapitalisasi Pasar HSBC Lampaui Rekor Rp5 Kudriliun

Saham Naik, Kapitalisasi Pasar HSBC Lampaui Rekor Rp5 Kudriliun
Ilustrasi logo HSBC (unsplash.com/Chuck Eugene)
Intinya sih...
  • HSBC capai valuasi historis Rp5 kuadriliun
  • Saham HSBC pimpin penguatan sektor perbankan Inggris di bursa London
  • Ekspektasi kenaikan laba dorong kepercayaan investor terhadap saham perbankan Inggris
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Saham HSBC mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan Selasa (27/1/2026), mendorong kapitalisasi pasar bank tersebut menembus 300 miliar dolar AS (Rp5 kuadriliun) untuk pertama kalinya. Kenaikan ini menjadikan HSBC bersaing ketat dengan perusahaan farmasi AstraZeneca sebagai emiten bernilai terbesar di indeks utama London, FTSE 100.

Hingga pukul 10.50 GMT, saham HSBC tercatat naik sekitar 2,8 persen ke level 12,77 poundsterling (Rp294,8 ribu) per lembar. Kinerja ini menjadikan HSBC sebagai penggerak utama penguatan indeks FTSE 100, yang pada waktu bersamaan naik sekitar 0,6 persen.

1. HSBC capai valuasi historis Rp5 kuadriliun

Harga saham HSBC melonjak sekitar 3 persen pada Selasa (27/1), mendorong kapitalisasi pasarnya menembus ambang 300 miliar dolar AS (Rp5 kuadriliun)untuk pertama kalinya. Capaian historis ini menempatkan bank yang bermarkas di London dan Hong Kong tersebut sejajar dengan perusahaan farmasi AstraZeneca dalam perebutan posisi emiten dengan nilai pasar terbesar di indeks utama London, FTSE 100.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi HSBC setelah beberapa tahun menjalankan restrukturisasi besar dan meningkatkan fokus pada pasar Asia sebagai sumber pertumbuhan utama. Pada sesi perdagangan tersebut, saham HSBC tercatat sebagai penggerak utama penguatan indeks FTSE 100 yang naik sekitar 0,6 persen, didorong oleh kinerja positif sektor perbankan dan emiten berbasis komoditas.

2. Saham HSBC pimpin penguatan sektor perbankan Inggris di bursa London

Saham HSBC tercatat naik 2,8 persen ke level 12,77 poundsterling (Rp294,8 ribu) per lembar pada pukul 10.50 GMT, menjadikan kenaikan sejak awal tahun mendekati 9 persen. Sekitar pukul 11.10 GMT, kenaikan saham HSBC sempat menyentuh 2,9 persen ke level 12,79 poundsterling (Rp295,2 ribu) sebelum mengalami fluktuasi seiring pergerakan pasar.

Kinerja kuat tersebut menempatkan HSBC di depan sektor perbankan lain di London. Kenaikan saham perbankan Inggris dikaitkan dengan ekspektasi pasar terhadap prospek profitabilitas yang meningkat dan disiplin modal yang lebih ketat, di tengah optimisme pemulihan ekonomi global dan kebijakan suku bunga yang stabil.

Saham-saham bank besar seperti HSBC, Barclays, NatWest, dan Lloyds menjadi pendorong utama penguatan indeks FTSE 100 yang mendekati rekor tertinggi, dengan kenaikan masing-masing berkisar antara 2 hingga hampir 3 persen.

3. Ekspektasi kenaikan laba dorong kepercayaan investor terhadap saham perbankan Inggris

HSBC, NatWest, dan sejumlah bank besar Inggris lainnya diperkirakan akan mengikuti langkah perbankan Eropa dengan menaikkan target laba saat menyampaikan laporan keuangan dalam beberapa pekan mendatang.

Ekspektasi terhadap kenaikan proyeksi laba tersebut menjadi salah satu pendorong meningkatnya minat investor terhadap saham perbankan Inggris, termasuk HSBC, yang kini diperdagangkan di sekitar level tertinggi sepanjang masa. Salah satu eksekutif puncak HSBC menyatakan keyakinannya bahwa valuasi bank tersebut masih berpotensi meningkat, seiring penguatan bisnis korporasi dan institusional serta peluang pertumbuhan di pasar Asia.

Selain itu, berbagai sumber data pasar menunjukkan bahwa optimisme terhadap sektor perbankan Inggris juga ditopang oleh apresiasi valuasi setelah beberapa tahun terakhir diperdagangkan dengan diskon dibandingkan bank-bank besar di Eropa daratan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

9 Ide Packaging Unik untuk Bisnismu yang Bikin Laris Manis

29 Jan 2026, 22:00 WIBBusiness