Dirut Agrinas Pastikan Impor 105 Ribu Pikap Murni untuk Kopdes

- PT Agrinas Pangan memastikan impor 105.000 unit mobil pikap dilakukan khusus untuk mendukung operasional Koperasi Desa (Kopdes), bukan untuk program lain seperti Makan Bergizi Gratis.
- Direktur Utama Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan, kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan mendesak, meski pesanan telah dibagi ke beberapa agen pemegang merek otomotif.
- Keterbatasan suplai dari pabrikan lokal membuat Agrinas memilih opsi impor agar ketersediaan unit sesuai jadwal dan operasional Kopdes dapat berjalan tanpa hambatan waktu.
Jakarta, IDN Times - PT Agrinas Pangan memastikan impor 105.000 unit mobil pikap dilakukan semata-mata untuk mendukung operasional Koperasi Desa (Kopdes), bukan untuk program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan, langkah impor diambil karena kebutuhan operasional yang mendesak, sementara kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh permintaan dalam waktu singkat.
“Impor pikap 105.000 unit ini hanya untuk operasional Kopdes, bukan untuk program lain. Karena kebutuhan kami itu mendesak, sehingga mereka (industri otomotif dalam negeri) tidak mampu menyuplai seluruhnya tepat waktu,” ujar Joao dalam Real Talk bersama Editor In Chief IDN Times Uni Lubis di Kantor Agrinas, Jakarta, Kamis (25/2/2026).
1. Rincian kesanggupan agen pemegang merek industri otomotif untuk suplai pikap

Ia memaparkan, Agrinas sebelumnya telah membagi pesanan kepada sejumlah agen pemegang merek (APM), namun jumlah yang sanggup dipenuhi masing-masing produsen relatif terbatas. Untuk Mitsubishi Motors, misalnya, hanya mampu menyediakan 20.600 unit.
“Itu pun kami berikan waktu cukup lama untuk melobi prinsipal di Jepang agar mau menyuplai sebanyak itu. Terus terang saja, di awal mereka sepertinya tidak yakin bahwa program ini benar-benar akan berjalan,” katanya.
Selain Mitsubishi, Agrinas juga mengalokasikan pesanan ke beberapa merek lain. Kepada Proton sebanyak 13.500 unit, kemudian Hino Motors 10.000 unit, serta Isuzu Motors sebanyak 900 unit.
2. Ada keterbasan produksi di masing-masing pabrik dalam negeri

Joao mengakui, keterbatasan suplai ini membuat manajemen harus berhitung cermat terhadap kemampuan produksi masing-masing pabrikan di dalam negeri. Ia bahkan mengaku masih ada beberapa fasilitas produksi yang belum sempat ia kunjungi secara langsung.
“Terus terang saja, ada beberapa yang sudah berkontak dengan kami, tapi saya belum kunjungi pabriknya. Ini yang membuat saya agak deg-degan. Apakah mereka bisa menyuplai sesuai waktunya,” ucapnya.
3. Opsi impor pikap jadi faktor Agrinas lakukan impor pikap

Berdasarkan kapasitas pabrik yang ada saat ini, ia belum pernah melihat sebagian produsen tersebut memproduksi dalam jumlah sebesar yang dibutuhkan Agrinas dalam waktu singkat. Karena itu, selain mengandalkan pasokan domestik, perseroan memutuskan mengambil opsi impor untuk memastikan kebutuhan operasional Kopdes dapat terpenuhi tepat waktu.
“Yang terpenting bagi kami adalah kepastian unit tersedia sesuai jadwal, karena operasional di lapangan tidak bisa menunggu,” ucap Joao.
















