Dirut Agrinas: Penugasan Gerai Koperasi Desa Sudah Sesuai Ketentuan

- PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan penugasannya dalam pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih sudah sesuai SKB empat menteri dan merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah.
- Agrinas mendapat mandat membangun fisik gerai, menyiapkan sarana operasional seperti rak, sistem kasir, hingga AC agar koperasi desa bisa langsung beroperasi optimal.
- Perusahaan menargetkan pembangunan 80 ribu koperasi desa dengan sistem terintegrasi serta penyediaan armada distribusi untuk mempercepat pembentukan ekosistem koperasi nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan, penunjukan perseroan dalam pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.
1. Seluruh penugasan Agrinas sudah sesuai ketentuan

Direktur Utama PT Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, proses penugasan sudah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan kegiatan yang ujug-ujug dilakukan Agrinas. Kami bergerak sesuai SKB empat menteri, yang prosesnya sudah dimulai sebelumnya,” ujar Joao dalam Real Talk bersama Editor In Chief IDN Times Uni Lubis di Kantor Agrinas, Jakarta, Kamis (25/2/2026).
Ia menjelaskan, SKB tersebut melibatkan Menteri Koperasi, Menteri Desa, Menteri Keuangan, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan. Dalam beleid itu, Menteri Koperasi ditunjuk sebagai pelaksana program Koperasi Desa Merah Putih.
2. Agrinas bertanggung jawab lengkapi kebutuhan operasional gerai

Joao menjelaskan, berdasarkan surat perjanjian kerja sama dengan Kementerian Koperasi, Agrinas kemudian mendapat mandat untuk membangun fisik Gerai Merah Putih, sekaligus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung operasional Kopdes Merah Putih. Tak hanya membangun infrastruktur, Agrinas juga bertanggung jawab melengkapi kebutuhan operasional gerai.
“Kami siapkan rak-rak untuk display barang, sistem kasir, meja kasir, hingga pendingin ruangan (AC). Semua kami siapkan agar koperasi bisa langsung beroperasi,” ujarnya.
3. Targetkan pembangunan 80 ribu koperasi desa

Joao mengungkapkan tantangan terbesar adalah membangun sekitar 80 ribu koperasi secara bersamaan di seluruh Indonesia. Menurutnya, pendekatan konvensional akan sulit mengejar target tersebut.
“Kami berpikir bagaimana caranya membangun 80 ribu koperasi secara simultan. Kalau hanya diserahkan ke satu entitas, baik swasta maupun BUMN, tentu berat. Karena itu, kami harus berpikir out of the box,” tuturnya.
Agrinas pun merancang konsep pembangunan terintegrasi agar proyek dapat dipantau dan diselesaikan tepat waktu. Sistem monitoring disiapkan untuk memastikan progres di lapangan berjalan sesuai jadwal.
4. Setiap koperasi desa dapat armada distribusi

Selain bangunan dan perlengkapan toko, setiap koperasi juga akan dilengkapi armada distribusi, di antaranya satu unit truk roda enam, satu mobil pikap 4x4, serta dua unit motor roda tiga untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang.
“Sarana-prasarana ini menjadi bagian penting untuk menunjang operasional koperasi di desa,” ucap Joao.
Hingga akhir Februari 2026, Agrinas menargetkan penyediaan 1.200 unit armada sebagai tahap awal implementasi program. Perseroan optimistis penugasan tersebut dapat mendukung percepatan pembentukan ekosistem koperasi desa secara nasional.


















