Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

IBM: Perusahaan AI First Akan Menangi Persaingan Bisnis

IBM: Perusahaan AI First Akan Menangi Persaingan Bisnis
Gelaran AI Leadership Exchange 2026 bertema The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race, hasil kolaborasi IBM Indonesia dan CIO Insight Indonesia (dok. CIO Insight Indonesia)
Intinya Sih
  • Forum AI Leadership Exchange 2026 menegaskan bahwa perusahaan dengan strategi AI-first akan unggul dibanding yang sekadar menggunakan AI sebagai alat bantu operasional.
  • Para pemimpin industri menyoroti pentingnya fondasi data, kesiapan SDM, dan budaya kerja adaptif agar investasi AI menghasilkan transformasi bisnis yang nyata.
  • Sektor keuangan dan BUMN mulai menjadikan AI sebagai kapabilitas strategis, sementara pemerintah mendorong ekosistem AI nasional melalui kerangka 5A untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Persaingan bisnis di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memasuki babak baru. Perusahaan kini tidak lagi cukup sekadar memanfaatkan AI sebagai alat pendukung operasional, melainkan dituntut menjadikan teknologi tersebut sebagai inti strategi bisnis untuk menciptakan keunggulan kompetitif.

Pesan itu mengemuka dalam AI Leadership Exchange 2026 bertema The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race, hasil kolaborasi IBM Indonesia dan CIO Insight Indonesia. Forum tersebut mempertemukan pemimpin teknologi, pelaku industri, dan regulator untuk membahas masa depan penerapan AI di Indonesia.

Perkembangan AI dinilai akan mengubah cara perusahaan beroperasi, mengambil keputusan, hingga membangun model bisnis baru yang lebih adaptif.

1. Kesenjangan bisnis mulai terlihat antara perusahaan AI-enabled dan AI-first

ilustrasi Artificial Intelligence
ilustrasi Artificial Intelligence (unsplash.com/Steve Johnson)

General Manager IBM Asia Pacific, Hans A.T. Dekkers mengatakan, perusahaan yang hanya menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi akan tertinggal dibanding organisasi yang menjadikan AI sebagai pusat operasional bisnis.

"Kesenjangan mulai terlihat antara perusahaan yang menggunakan AI sebagai alat bantu dan perusahaan yang menjadikan AI sebagai inti operasional bisnis," ujar Hans dalam pernyataan resmi yang diterima IDN Times, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, kelompok pertama hanya memanfaatkan AI untuk mendukung proses kerja yang sudah ada. Sementara kelompok kedua melakukan transformasi menyeluruh, mulai dari proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga model operasional perusahaan.

"Dua pendekatan ini menghasilkan dampak yang jauh berbeda," katanya.

Hans menilai dunia kini bergerak menuju era Agentic AI, yakni fase ketika agen AI mampu menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan berkolaborasi secara aktif dengan manusia.

Pandangan serupa disampaikan Chief Technology Officer dan Vice President of Sales Engineering IBM APAC, Jerry Zhu. Dia menegaskan perusahaan masa depan adalah organisasi yang menempatkan AI sebagai fondasi utama bisnis.

"Pemenangnya adalah perusahaan-perusahaan yang mengutamakan AI (AI-First), bukan sekadar perusahaan yang diaktifkan oleh AI (AI-enabled)," ujar Jerry.

2. Fondasi data menjadi faktor penentu keberhasilan investasi AI

Ilustrasi artificial intelligence
ilustrasi artificial intelligence (pexels.com/googledeepmind)

Di tengah antusiasme adopsi AI, pentingnya membangun fondasi yang kuat sebelum melakukan transformasi berbasis kecerdasan buatan menjadi hal penting untuk dilakukan. Hal itu lantaran kegagalan implementasi AI selama ini lebih sering dipicu oleh masalah data yang tersebar di berbagai sistem dan tidak terintegrasi dengan baik.

Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji pun mengingatkan perusahaan agar tidak mengadopsi AI hanya karena tren sesaat. Tanpa tujuan bisnis yang jelas, investasi teknologi berisiko menjadi proyek mahal yang tidak memberikan dampak signifikan bagi organisasi.

Sementara itu, Information Technology Director Bank BNI, Toto Prasetio menilai keberhasilan transformasi AI juga ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia dan budaya kerja perusahaan, bukan semata teknologi.

Senada dengan itu, CTO IBM ASEAN, Patrick Bruinsma menyarankan perusahaan membangun fondasi operasional yang kuat agar berbagai inisiatif AI di masa depan dapat diterapkan lebih cepat, aman, dan efisien.

3. AI diproyeksikan menjadi kapabilitas strategis sektor keuangan dan BUMN

ilustrasi artificial intelligence (AI)
ilustrasi artificial intelligence (AI) (magnific.com/Studio DC)

Pemanfaatan AI juga semakin penting bagi sektor keuangan. Dalam diskusi yang menghadirkan perwakilan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), AI dipandang sebagai kapabilitas strategis yang akan membawa industri menuju operasional yang semakin otonom. Namun, lembaga keuangan tetap menghadapi tantangan besar berupa keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga ketahanan operasional.

Di sisi lain, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara, Ricardo Irwan Rei menegaskan AI akan terus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing BUMN. Menurutnya, Indonesia juga perlu mulai memikirkan pengembangan teknologi AI secara mandiri seperti yang dilakukan sejumlah negara lain.

"Dalam jangka panjang, tujuannya tentu ke arah sovereignty," ujar Ricardo.

Pemerintah sendiri mendorong pengembangan ekosistem AI nasional melalui kerangka 5A yang mencakup Availability, Affordability, Awareness, Ability, dan Agency. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi AI yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada akhirnya, para pelaku industri sepakat bahwa keunggulan bisnis di era AI tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap teknologi terbaru. Faktor terpenting justru terletak pada kemampuan perusahaan mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis, tata kelola, budaya kerja, dan pengambilan keputusan sehari-hari.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More