Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Klaim AS Berhak Ambil Semua Cadangan Mineral Ukraina

Trump Klaim AS Berhak Ambil Semua Cadangan Mineral Ukraina
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpartisipasi dalam wawancara dengan Bev Turner dari GB News di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, pada 14 November 2025. (flickr.com/The White House viacommons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengklaim AS dapat mengambil dan menjual hampir seluruh cadangan mineral langka Ukraina berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani.
  • Kerja sama AS-Ukraina sejak April 2025 membentuk dana investasi bersama dari penjualan mineral, termasuk lithium, titanium, dan grafit, dengan pengelolaan kedua negara.
  • Dana lebih dari 300 miliar dolar AS membagi pendapatan 50:50 dan membuat Ukraina tidak perlu mengganti bantuan militer AS saat menghadapi Rusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim negaranya punya akses penuh untuk mengambil semua cadangan sumber daya mineral milik Ukraina. Trump mengatakan, AS bisa mengambil berapa pun cadangan mineral langka yang ada di Ukraina untuk dijual kembali jika memang diperlukan. 

“Kita bisa mengambil hampir semua yang kita inginkan. Ukraina memiliki tanah yang sangat kaya dan subur dalam hal mineral langka. Kami telah menandatangani kontrak yang berkaitan dengan logam tanah jarang. Kami bisa masuk ke sana kapan pun kami mau dan mengambil hampir semua yang kami inginkan. Itu kesepakatan yang cukup bagus," kata Trump saat diwawancarai oleh Real America's Voice, Jumat (31/7/2026), seperti dikutip Anadolu Agency.

1. AS dan Ukraina menyepakati kerja sama pada 2025

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada Selasa (28/7/2026).
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri) sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan), di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada Selasa (28/7/2026). (x.com/ZelenskyyUa)

Kesepakatan yang dimaksud Trump tadi merujuk pada kerja sama yang disetujui AS dan Ukraina pada April 2025 lalu. Kala itu, Washington dan Kyiv sepakat membangun dana investasi bersama. Sebagian dana investasi tersebut berasal dari penjualan sumber daya mineral milik Ukraina. 

Sumber daya mineral yang dimaksud adalah logam tanah jarang. Sebab, Ukraina terkenal memiliki cadangan logam tanah jarang yang sangat melimpah, terutama lithium, titanium, dan grapit. Semua mineral tersebut juga memiliki harga yang cukup tinggi jika dijual ke negara yang membutuhkan. 

2. Dana investasi yang dibangun AS dan Ukraina dikelola bersama-sama

Uang dalam jumlah banyak.
ilustrasi dana investasi (pexels.com/John Guccione)

Dilansir Kyiv Post, dana investasi yang dibangun AS dan Ukraina pada 2025 dikelola bersama oleh kedua negara. Di sisi AS, dana investasi tersebut dikelola oleh Badan Pengembangan Kerja Sama Keuangan Internasional AS (CDC), sedangkan di sisi Ukraina dikelola oleh Badan Pendukung Kemitraan Publik-Swasta yang dikelola oleh Kementerian Ekonomi Ukraina.

Dana investasi ini dikabarkan bernilai lebih dari 300 miliar dolar AS atau Rp5,4 kuadriliun. Pendapatan dari investasi ini dibagi rata sebesar 50 persen untuk AS dan 50 persen sisanya untuk Ukraina. Pembagian ini bertujuan untuk menciptakan kerja sama yang harmonis dengan cara membagi keuntungan secara merata. 

3. Kerja sama investasi dengan AS menguntungkan bagi Ukraina

Bendera Ukraina sedang berkibar.
potret bendera Ukraina (pexels.com/Peter Muscutt)

Kerja sama dengan AS ini sangat menguntungkan bagi Ukraina. Sebab, Kyiv jadi tidak perlu membayar semua bantuan militer yang diberikan Washington untuk berperang melawan Rusia. Sebelum kerja sama ini disepakati, AS sempat meminta Ukraina untuk mengganti semua dana yang sudah dikeluarkan untuk membantu melawan Rusia. 

Ukraina sendiri saat ini membutuhkan banyak bantuan militer dari negara sekutu, termasuk dari AS. Sebab, mereka membutuhkan sistem pertahanan udara canggih untuk menghalau serangan dari pasukan Rusia. Dalam pertemuan dengan Trump pada Selasa (28/7/2026) lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, juga meminta AS untuk meningkatkan bantuan militer terhadap negaranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More