Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Babak Belur di Akhir Semester I-2026, OJK Ungkap Penyebabnya
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • IHSG turun 7,9 persen secara bulanan dan anjlok 34,74 persen sejak awal tahun 2026, menandakan pasar saham masih dalam fase konsolidasi.
  • OJK menyebut tiga penyebab utama pelemahan IHSG: ketidakpastian global, persepsi investor terhadap kebijakan domestik, serta rebalancing portofolio.
  • Meski investor asing mencatat jual bersih Rp19,63 triliun, jumlah investor pasar modal justru naik 1,21 juta menjadi total 28,96 juta orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
IHSG turun banyak di akhir bulan Juni 2026. Pak Hasan dari OJK bilang ini karena dunia masih tidak pasti, orang-orang takut soal aturan di sini, dan investor ubah uangnya. Investor luar negeri jual saham banyak sekali. Tapi katanya pasar masih aman. Sekarang tekanan mulai pelan-pelan hilang dan investor makin banyak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sepanjang semester I-2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur.

Tercatat per 30 Juni 2026 atau akhir semester I-2026, IHSG terkoreksi 7,9 persen secara month-to-month (mtm) ke level 5.643,19. Terhitung sejak awal tahun hingga pertengahan 2026 atau secara year to date (YTD), IHSG merosot 34,74 persen.

“Pasar saham domestik pada Juni 2026 masih berada pada fase konsolidasi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (7/7/2026).

1. Ada tiga penyebab utama IHSG rontok

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Hasan menyoroti tiga penyebab utama IHSG merosot di enam bulan pertama 2026. Pertama, berlanjutnya ketidakpastian global. Kedua, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik. Lalu ketiga, adanya penyesuaian atau rebalancing portpfolio investor.

“Namun, memasuki awal Juli 2026 ini, tekanan di pasar terpantau mereda, dan akan terus kita cermati perkembangannya ke depan,” tutur Hasan.

2. Investor asing catatkan nilai jual bersih Rp19,63 triliun

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sepanjang Juni 2026, OJK mencatat investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sale di saham senilai Rp19,63 triliun. Meski ada tekanan, OJK memastikan kondisi likuiditas pasar modal Indonesia masih aman.

“Rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH di pasar saham tercatat sebesar Rp22,23 triliun, sementara di bulan Mei tercatat di angka Rp22,86 triliun,” ujar Hasan.

3. Jumlah investor naik 1,21 juta

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Di saat IHSG masih belum pulih sepenuhnya, jumlah investor di pasar modal masih bertambah sebanyak 1,21 juta investor secara mtm.

“Sehingga total jumlah investor telah mencapai angka 28,96 juta atau telah tumbuh 42,22 persen year to date,” ucap Hasan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article