Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Mayoritas dari Divisi Xbox

Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Mayoritas dari Divisi Xbox
ilustrasi Microsoft (pexels.com/Angel Bena)
Intinya Sih
  • Microsoft akan memangkas 4.800 karyawan atau 2,1 persen tenaga kerja, mayoritas dari divisi Xbox yang tengah tertekan akibat penurunan margin dan permintaan konsol.
  • Langkah efisiensi ini dipicu investasi besar Microsoft di teknologi AI dan pembangunan pusat data senilai 190 miliar dolar AS yang menekan arus kas perusahaan.
  • Selain divisi gim, unit komersial juga terdampak PHK, sementara saham Microsoft turun hampir 23 persen dalam enam bulan pertama 2026, menjadi penurunan terburuk sejak 2022.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Microsoft akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada 4.800 karyawan. Jumlah itu setara 2,1 persen dari jumlah karyawannya.

Adapun mayoritas karyawan yang terdampak PHK berasal dari divisi gim Xbox yang terus mengalami tekanan.

“Setelah pertimbangan yang cermat, saya telah membuat keputusan sulit untuk mengurangi tim kami sekitar 3.200 orang sepanjang 2027,” tulis Kepala Divisi Gim Microsoft, Asha Sharma, dilansir NBC News, Selasa (7/7/2026).

1. Microsoft lakukan efisiensi karena andalkan AI

ilustrasi AI (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)
ilustrasi AI (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Efisiensi dilakukan karena Microsoft melakukan investasi besar-besaran untuk pengembangan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI). Perusahaan meningkatkan efisiensi di seluruh bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi tersebut.

Meningkatnya permintaan AI telah mendorong pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) Azure milik Microsoft. Meningkatnya biaya pembangunan pusat data (data center) untuk menjalankan layanan tersebut menekan arus kas perusahaan. Pengeluaran untuk program tersebut diperkirakan mencapai 190 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp3.418 triliun sepanjang 2026. Angka itu jauh melampaui ekspektasi perusahaan.

AI yang semakin dapat mengotomatisasi tugas-tugas bisnis rutin juga menjadi ancaman bagi bisnis perangkat lunaknya yang menguntungkan selama ini. Sementara lonjakan harga chip memori yang didorong oleh permintaan pusat data telah memaksa Microsoft untuk menaikkan harga konsol Xbox, saat permintaan konsol sudah lesu. Kondisi itu menyebabkan margin Xbox turun 3 persen, dan memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi yang dapat mencakup potensi merger dan akuisisi.

2. Divisi komersial juga terdampak PHK

Ilustrasi Microsoft (unsplash.com/BoliviaInteligente)
Ilustrasi Microsoft (unsplash.com/BoliviaInteligente)

Tak hanya divisi gim, divisi komersial Microsoft juga akan terpengaruh oleh PHK massal tersebut.

Sebelumnya, Microsoft juga telah menawarkan program pengunduran diri sukarela pada sekitar 7 persen karyawan di AS, atau setara 9 ribu orang. PHK kerap dilakukan menjelang akhir tahun fiskal, yaitu pada Juni, saat perusahaan menetapkan rencana anggaran tahun depan.

3. Saham Microsoft jatuh

ilustrasi Wall Street. (unsplash.com/Chris Li)
ilustrasi Wall Street. (unsplash.com/Chris Li)

Usai pengumuman PHK massal terbaru itu, tercatat saham Microsoft anjlok hampir 23 persen selama 6 bulan pertama 2026. Ini merupakan koreksi terburuk sejak 2022.

Tak hanya Microsoft, PHK massal juga terjadi di perusahaan teknologi lainnya, yakni Amazon dan Meta.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More