Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

IHSG Balik ke 6 Ribu, Bos BUMN Klaim Investor Percaya Fundamental RI

IHSG Balik ke 6 Ribu, Bos BUMN Klaim Investor Percaya Fundamental RI
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria. (dok. BP BUMN)
Intinya Sih
  • IHSG kembali menembus level 6.000 setelah menguat 2,07 persen, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
  • Dony Oskaria menegaskan BUMN memiliki fundamental kuat di sektor strategis seperti perbankan, tambang, dan infrastruktur yang menjaga kepercayaan pasar.
  • Telkom Indonesia mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp4 triliun untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional.

Dia menilai kebangkitan IHSG itu mencerminkan keyakinan investor terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta kinerja perusahaan-perusahaan nasional.

“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

1. Pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen jangka pendek

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang dapat dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Namun, investor pada akhirnya akan kembali menilai berdasarkan kekuatan ekonomi nasional dan kinerja masing-masing perusahaan.

“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” kata Dony.

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini, Jumat (12/6), IHSG menguat hingga 121,63 poin atau 2,07 persen ke level 6.007,66. IHSG akhirnya kembali ke level 6 ribu-an setelah rontok ke level 5 ribu-an sejak awal Juni 2026.

2. Klaim BUMN punya fundamental kuat

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)
Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

Dony menambahkan, perusahaan-perusahaan nasional khususnya BUMN masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor.

“Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” ujar Dony.

3. Klarifikasi soal arahan ke BUMN untuk laksanakan buyback

The Telkom Hub/Dok. Telkom
The Telkom Hub/Dok. Telkom

Terkait aksi korporasi seperti pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan BUMN, Dony mengatakan hal tersebut merupakan mekanisme bisnis yang wajar apabila perusahaan melihat harga saham belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.

Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” tutur Dony.

Salah satu BUMN yang baru-baru ini mengumumkan buyback adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Senin, (8/6) lalu, Telkom mengumumkan rencana buyback Rp4 triliun.

Dalam keterangan resmi Telkom disebutkan, buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap atau sekaligus dan diselesaikan dalam periode dua belas bulan setelah disetujui pada RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Aksi korporasi itu dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar.

Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, saham Telkom melemah tipis, yakni 10 poin atau 0,35 persen ke Rp2.860 per lembar saham. Namun, dalam sepekan terakhir, saham Telkom menunjukkan penguatan hingga 21,7 persen.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More